USBN Batal Gunakan Gawai

67

PONOROGO – Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) batal menggunakan gawai. Setelah dievaluasi, penggunaan gawai dirasa kurang tepat lantaran rawan cheating (kecurangan). ‘’Komputer dan laptop di sekolah juga mencukupi untuk pelaksanaan USBN,’’ kata Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Bambang Supriyadi.

Awalnya, penggunaan gawai sempat diharapkan menjadi solusi bagi sekolah yang kekurangan perangkat komputer untuk menggelar USBN. Pemprov sempat melakukan kajian. Perangkat lunak yang dibutuhkan siswa pun tersedia. Namun, rencana itu rupanya bertolak belakang dengan hasil evaluasi. Penggunaan gawai, kata Bambang, belum sampai ke taraf kajian teknis seperti kecocokan spesifikasi gawai. Sebab, tidak semua gawai siswa mumpuni untuk membuka perangkat lunak USBN. Di samping, rawan kecurangan lantaran siswa bisa saja mengakses mesin pencari seperti Google. Jika demikian, maka mencederai tujuan USBN dan UNBK yang salah satu golnya adalah pendidikan karakter. ‘’Terlalu rawan, siswa bisa buka Google,’’ ujarnya.

Zamroni, kasi SMA Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo, mengungkapkan bahwa saat ini hanya satu SMAN yang tak mencukupi perangkat komputernya. Sisanya, baik SMAN maupun SMKN, sudah mencukupi untuk menggelar UNBK dan USBN. Khusus sekolah swasta, memang masih kurang. Mereka diharap dapat menggabung sekolah lain tanpa perlu menggunakan gawai untuk USBN. ‘’Dengan menggunakan komputer juga lebih menghemat waktu. Dari 15 hari bisa delapan hari,’’ tuturnya.

Lanjut Zamroni, ada 27 sekolah swasta yang kebanyakan madrasah aliyah (MA) yang belum mencukupi jumlah perangkat komputernya. Sementara, 32 lembaga lainnya sudah mencukupi dan siap menggelar UNBK maupun USBN secara mandiri. ‘’Untuk sekolah yang belum mencukupi perangkat komputernya, kami harapkan bisa bergabung dengan sekolah yang menyelenggarakan secara mandiri. Ini solusi yang lebih baik daripada menggunakan gawai,’’ kata Zamroni. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here