Usai Nonton Dangdutan, Saudara Kembar Embat Motor

103

PONOROGO – Saudara kembar asal Dukuh Ngujung, Desa Gandukepuh, Siman, memang kompak. Sayangnya, dalam hal negatif. Richa Eka Saputra dan Ricky Dwi Saputra nekat mencuri sepeda motor milik Heri Sukamto, warga Desa Madusari.

Semua bermula saat saudara kembar itu usai menonton acara dangdutan di Desa Madusari pada Sabtu malam (28/7) lalu. Keduanya berboncengan menggunakan motor. Saat dalam perjalanan, keduanya melihat sepeda motor Yamaha Xeon milik korban. Motor yang terparkir di halaman selepan padi itu kontaknya masih nyantol.

Muncul keinginan untuk nyolong sepeda motor itu. Keduanya pun tolah-toleh untuk memastikan keadaan. Eka, sang kakak, berperan sebagai ’’pemetik’’, sedangkan adiknya mengawasi kondisi sekitar. ’’Yang mengajak (mengambil motor) adalah kakak,” kata Dwi kepada awak media, Rabu (8/8).

Eka menambahkan, sepeda motor itu kemudian dijual ke orang lain via media sosial (medsos) dengan banderol Rp 700 ribu. Hasil dari penjualan itu selanjutnya mereka pakai untuk membeli handphone. Karena telepon genggam yang mereka miliki sebelumnya telah hilang. ”Mau minta orang tua untuk membelikan handphone baru, kami malu. Soalnya bekerja sebagai petani,” ungkapnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menyatakan perbuatan itu baru kali pertama dilakukan. Proses penangkapan keduanya juga tidak terlalu sulit. Bermula dari aksi pelaku yang menjual sepeda motor hasil curian itu di medsos. ”Pelaku kami tangkap selang lima hari setelah kejadian,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku kini mendekam dalam jeruji besi Mapolres Ponorogo. Eka dan Dwi dijerat pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya sekitar tujuh tahun penjara. ”Saya mengingatkan pada keduanya untuk tidak mengulangi perbuatan itu. Masak gara-gara ingin beli handphone masuk penjara,” kata Radiant. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here