Usai Lebaran Harga Lombok Langsung Anjlok

43
TURUN DRASTIS: Salah seorang pedagang cabai di Pasar Minulyo Pacitan merasakan penuunan harga sejak Lebaran lalu.

PACITAN – Usai lebaran harga lombok langsung terjun bebas. Harga cabai rawit paling signifikan turunnya. Yakni mencapai 20 persen. Sebelum Lebaran mencapai Rp 24 ribu per kilogram. Saat ini jadi Rp 19 ribu. ‘’Turunnya sejak lebaran lalu,’’ kata Sunarti, salah seorang pedagang di Pasar Arjowinangun, Senin (11/6).

Sementara dua jenis cabai lainnya turun sekitar delapan dan tujuh persen. Cabai keriting yang sebelumnya Rp 40 ribu turun jadi Rp 36 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah besar dari sebelumnya Rp 46 ribu turun jadi Rp 43 ribu per kilogram. ‘’Harga dua jenis cabai besar turun sekitar Rp 3.000-an,’’ ujarnya.

Dia menduga penurunan tersebut lantaran stok cabai melimpah. Sedangkan permintaan setelah Lebaran berkurang. Itu juga lantaran konsumen main borong dalam jumlah besar sebelumnya. Sedangkan pasokan terus bertambah. Baik dari petani lokal maupun luar daerah. ‘’Pembelian berkurang, pasokan terus datang,’’ ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kerugian, Sunarti memilih mengurangi kulakan. ‘’Mau ambil banyak tidak berani. Khawatir tidak terjual, nanti busuk dan harga turun. Malah rugi,’’ bebernya.

Kondisi tersebut terjadi merata di sejumlah pasar tradisional di Pacitan. Di antaranya Pasar Arjosari dan Minulyo. Harga cabai di dua pasar terbesar di Pacitan itu juga anjlok. Penurunan paling tinggi terjadi pada cabai rawit. Rata-rata Rp 5 ribu per kilogram turunnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here