NgawiSport

Usai Kalah Telak dari Persebaya, Persinga Fokus ke Liga 3 Nasional

NGAWI – Manajemen Persinga sepertinya tak ingin meratapi kekalahan telak 8-0  dari Persebaya Surabaya. Pertandingan babak 32 besar Piala Indonesia di Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (16/2) bukanlah target utama. ’’Kami memilih lebih fokus pada persiapan Liga 3 Nasional 2019,’’ kata CEO Persinga Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat dihubungi Radar Ngawi kemarin (17/2).

Antok –sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko- mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang tidak punya target khusus di ajang Piala Indonesia. Keikutsertaan Laskar Ketonggo  dalam kompetisi itu semata menggugurkan kewajiban. Sebab, semua tim di Liga Indonesia dari berbagai kasta wajib ikut Piala Indonesia tersebut. ’’Justru kami bersyukur, sebagai tim Liga 3 bisa masuk babak 32 besar meskipun kalah telak dari Persebaya,’’ ujarnya.

Sekarang, pihaknya masih menunggu regulasi dari PSSI mengenai kompetisi Liga 3 2019 nanti. Bagaimanapun Persinga dalam musim kompetisi sebelumnya berhasil melaju hingga babak 16 besar Liga 3 Nasional. Belum ada opsi, musim kompetisi yang baru nanti dari zona regional atau langsung nasional. ’’Regulasinya masih kami tunggu sekarang,’’ tuturnya.

Regulasi itu, kata Antok, sangat penting untuk memastikan seperti apa persiapan timnya ke depan. Karena jika harus memulai dari zona regional, tentu persiapannya akan beda jika langsung start dari Liga 3 Nasional. Apakah akan ada perubahan skuad? Antok mengungkapkan hal itu pasti akan dilakukan oleh manajemen berdasarkan hasil evaluasi dari kompetisi musim lalu. ’’Selain menunggu regulasi, pasti nanti juga melihat targetnya seperti apa, kekuatan finansialnya. Semua itu akan berpengaruh pada persiapan tim,’’ paparnya.

Sementara, Manajer Persinga Didik Purwanto mengungkapkan hal serupa. Saat ini pihaknya tidak ingin terbebani hasil pertandingan lalu. Didik yang kembali dipercaya mengatur manajerial tim kebanggaan warga Bumi Orek-Orek itu mengaku akan segera melakukan persiapan tim. ’’Rencananya memang akan ada perubahan dari skuad. Musim depan kami ingin memaksimalkan potensi pemain lokal,’’ katanya.

Artinya,  pola regenerasi di tubuh Persinga akan kembali dimaksimalkan untuk menjaring para pesepak bola lokal yang memiliki kemampuan lebih. Hal itu tentu akan membantu Persinga terutama dari sisi finansial tim daripada mendatangkan pemain dari daerah lain. Selain itu, Didik tak menampik jika nantinya bakal ada pergantian pelatih di kubu Persinga. ‘’Memang akan ada perubahan besar sesuai dari hasil evaluasi pada kompetisi sebelumnya,’’ terangnya.

Mengenai isu pemain yang tidak digaji ketika bertanding melawan Persebaya, Didik membantahnya. Menurut dia, hal itu tidak seperti yang diungkapkan sang pelatih Fahmi Amiruddin. Dia menjelaskan bahwa untuk Liga 3 Nasional semuanya sudah beres. Sedangkan untuk kompetisi Piala Indonesia, Didik mengaku ada perbedaan dalam pemberian fee kepada pemain. Yang jelas, dia menyebut bukan berdasarkan kontrak tapi setiap match (pertandingan). ’’Yang beberapa pertandingan sudah, tinggal yang terakhir memang belum. Kami pasti tanggung jawab kok,’’ ungkapnya. (tif/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close