Urus OSS, IzinTrayek Puluhan Angkot Mati

24

MADIUN – Target Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun mengoperasikan lyn untuk angkutan sekolah gratis mbleset. Usur punya usut, penyebabnya lantaran izin trayek 20 unit angkutan kota (angkot) yang disewa sudah mati. ’’Perpanjangannya  online single submission (OSS), dua koperasi yang menaungi sedang mengurusnya,’’ ujar Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rasidi.

Dia menambahkan, matinya izin trayek bervariasi. Mulai dari Januari hingga ada yang mulai Maret.  Masing-masing lyn itu dinaungi dua koperasi. Yakni, Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda) dan Pusat Koperasi TNI-AU (Puskopau). Total ada 40 unit angkot yang beroperasi di Kota Karismatik. Separonya memang disewa pemkot untuk program angkutan sekolah gratis. ’’Tidak semua kami akan pilih, yang masih bagus dan layak jalan,’’ jelasnya.

Nah, permasalahan muncul, ketika dua koperasi ini hendak memperpanjang ijin trayek terbentur dengan persyaratan dokumen dalam OSS. Ambil contoh, untuk membuat sertifikat laik fungsi (SLF) di dalamnya harus mencantumkan dokumen IZin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian, IMB inilah yang saat ini sedang diurus. ’’Karena IMB-nya haruslah IMB badan usaha, sehingga jika status bangunan sebelumnya adalah bangunan rumah diganti ke bangunan usaha. Sehingga untuk membuat izin, harus pemenuhan komitmen IMB,’’ paparnya.

Ansar berharap, pelayanan satu pintu terimplementasi maksimal. Artinya, pembuat izin tidak perlu mondar-mandir dari beberapa organisasi perangkaat daerah (OPD) yang berkaitan dengan proses pembuatan izin. Diharapkan, semuanya sudah teirntegrasi di dinas penanaman modal terpadu satu pintu (DPMTSP). ‘’Ibaratnya begini, jika sebelumnya mengurus rekomendasi IMB misalnya ke PU saja, sekarang ke DPMTSP dulu baru ke PU. Kalau memang  satu pintu ya harusnya semua proses sudah ada disana (DPMTSP),’’ jelasnya.

Ansar mengaku, pihaknya mendukung setiap permasalahan yang muncul. Toh, pekerjaan rumahnya tidak  cukup sampai disitu. Jika 20 unit angkot sudah mendapatkan kembali izin trayeknya perlu sosialisasi mendalam menarik perhatian pelajar. Ini  agar para pelajar mau naik angkot kembali tidak hanya mengandal tiga unit bus sekolah gratis yang lebih dulu beroperasi. ’’Tujuannya kami menyediakan angkot ini kan untuk menampung pelajar yang belum  terakomodasi di bus sekolah. Tapi anak-anak sekarang gengsi, apakah benar mereka mau naik angkot lagi,’’  jelasnya.

’’Apalagi sekarang animo masyarakat dengan angkutan gratis tinggi, dan bus yang ada tidak cukup untuk menampung permintaan. Padahal, dulunya, waktu kami tawarkan tidak ada yang minat. Karena dalam benaknya yang dipakai angkutan kota dan dikhawatirkan terlambat ke sekolah,’’ ungkap Ansar.

Saat ini, sembari menanti proses perizinan puluhan angkota tersebut, dishub sedang mematangkan trayek  yang ada. ’’Trayek angkot masuk ini menjangkau wilayah atau jalan yang tidak bisa dilalui bus sekolah,’’ pungkasnya. (mg2/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here