UPTD Metrologi Tempati Bangunan Eks Kantor BPRS

149

MAGETAN – Eks kantor BPRS di Jalan Srikandi nomor 1 tak lagi kosong. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan memanfaatkan bangunan yang sudah ditinggal penghuni lama boyongan ke Jalan Yos Sudarso tersebut sebagai markas UPTD metrologi.

Proses pindahan yang dilakukan sejak Januari lalu kini sudah mencapai 80 persen. ‘’Tinggal peresmian,’’ kata Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pasar Disperindag Darmadji kepada Radar Magetan kemarin (8/2).

Darmadji menambahkan, perlengkapan yang dibutuhkan untuk melaksanakan urusan limpahan dari Pemprov Jatim sejak 2017 lalu kini semakin lengkap. Satu set anak timbangan yang dimiliki disperindag telah dipindahkan sejak akhir Januari lalu. Juga berkas-berkas untuk menunjang pelaksanaan urusan tera dan tera ulang tersebut. ‘”Sudah kami pindahkan,’’ ujarnya.

Pihaknya saat ini tengah menanti datangnya alat-alat baru bantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Stafnya sedang dalam perjalanan dari Bandung membawa peranti tersebut.

Darmadji belum mengetahui jenis alat bantuan kementerian tersebut. Namun, mengacu Peraturan Menteri Perdagangan 78/M-DAG/PER/11/2016 tentang Unit Metrologi Legal, setidaknya 13 peralatan dan standar ukuran harus dimiliki setiap UPT metrologi. ‘’Kami tunggu dulu alatnya datang. Belum dan informasi,’’ tuturnya.

Namun, kata dia, tahun ini pihaknya tidak menganggarkan pengadaan alat-alat ukur untuk mengatasi kekurangan tersebut. Jatah dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,2 miliar digunakan untuk pengadaan sarpras dan kendaraan roda empat.

Keberadaan kendaraan roda empat itu kelak bisa digunakan untuk memberikan pelayanan secara mobile sehingga pemilik alat UTTP tidak perlu datang ke kantor UPTD. ‘’Jika mengacu pada mobil milik UPTD Metrologi Madiun, di dalam mobil ada alat kalibrasinya. Tapi, tergantung pelelangan nanti,’’ katanya.

Darmadji mengakui, peralatan yang dimiliki UPTD Metrologi masih minim. Namun, dia mengklaim pekan lalu sudah mendapatkan persetujuan dari kementerian untuk menjalankan urusan tersebut. ‘’Tahun lalu ada dua personel yang mengikuti diklat menera dan menera ulang selama enam bulan,’’ ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya masih membutuhkan tenaga ahli untuk mendampingi. Pasalnya, materi dipelajari saat diklat bisa jadi tidak sama saat praktik di lapangan. ‘’Kalau jabatan kepala UPTD masih menunggu pengisian nanti,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here