UPT Metrologi Tak Kunjung Beroperasi, Pelayanan Tera Ulang Numpang Kota Madiun

22
TERTUTUP: Kantor UPT Metrologi Legal Kabupaten Magetan masih terkunci rapat dan belum beroperasi.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pelayanan tera ulang di Magetan masih menumpang daerah lain. Pasalnya, Unit Metrologi Legal (UML) yang ada saat ini belum beroperasi. Sekalipun keberadaan unit pelayanan teknis daerah (UPTD) itu sudah diresmikan pada Maret lalu. ‘’Secara formalitas memang sudah diresmikan, tapi baru akan kami launching akhir November atau awal Desember nanti,’’ kata Kepala Disperindag Magetan Sucipto Rabu (14/8).

Dia mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang mendasari belum beroperasinya UML tersebut. Seperti belum terbentuknya struktur organisasi teknis UML. Mulai jabatan kepala UPTD sampai tenaga ahli.

Kendati demikian, Sucipto mengaku pihaknya sudah mempunyai tenaga bersertifikasi yang dapat memberikan pelayanan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, serta perlengkapannya (UTTP). ‘’Struktur organisasi jabatannya sedang dipersiapkan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, peralatan di UML juga belum lengkap. Masih terdapat kekurangan sekitar 13 unit alat dan standar ukuran. Sementara untuk mencukupi alat ukur di UPTD tersebut dibutuhkan sekitar Rp 669,5 juta. ‘’Sudah dianggarkan. Tapi, saat ini masih dalam proses pengadaan,’’ tutur Sucipto.

Karena UPTD metrologi belum beroperasi, lanjut dia, pelayanan tera ulang menumpang ke daerah tetangga. Saat ini, pihaknya bekerja sama dengan UPT Metrologi Kota Madiun yang sudah mempunyai alat ukur lengkap. ‘’Jika ada permintaan tera atau tera ulang, kami akan panggil petugas dari Kota Madiun,’’ terangnya.

Meski begitu, Sucipto tetap berharap UPT Metrologi Magetan bisa segera dioperasikan dalam waktu dekat. Dengan begitu, ke depannya bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) ke kasda. ‘’Saat ini masih belum (menyumbang PAD),’’ pungkasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here