Upgrade Puskesmas Jadi RS, Pemkab Tinggal Lakukan Kajian

27
NAIK KASTA: Puskesmas Karangrejo yang menjadi salah satu proyeksi puskesmas yang akan menjadi rumah sakit tipe D.

MAGETAN – Rencana Pemkab Magetan membangun rumah sakit tipe D dievaluasi. Sebaliknya, wacana itu dialihkan dengan memanfaatkan pengembangan sejumlah puskesmas rawat inap. ‘’Opsi ini saran dari Pakde Karwo (mantan gubernur Jatim, red) saat masih menjabat,’’ terang Bupati Magetan Suprawoto Minggu (16/6).

RSUD Dolopo menjadi inspirasi Kang Woto -sapaan Suprawoto-. Rumah sakit yang berlokasi di Kabupaten Madiun itu mulanya juga puskesmas yang melayani rawat inap. Sebelum akhirnya di-upgrade menjadi rumah sakit tipe C. Dengan tujuan, memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Madiun di bagian selatan. ‘’Kami akan contoh RSUD Dolopo,’’ katanya.

Rencana pengembangan puskesmas itu bahkan sudah dibahas dengan pimpinan DPRD. Mereka juga telah menyepakati usulan tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan. Serta mengurangi beban RSUD dr Sayidiman. ‘’Dewan sudah setuju,’’ ujar Kang Woto.

Terkait puskesmas mana saja yang bakal dikembangkan sudah masuk dalam daftar. Antara lain, puskesmas Karangrejo, Lembeyan, Panekan, dan Plaosan. Bahkan, Kang Woto sudah meninjau keberadaan sejumlah puskesmas itu beberapa waktu lalu. ‘’Apalagi puskesmas Plaosan itu gedungnya baru dan sangat bagus,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan puskesmas itu merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Misalnya, di Puskesmas Panekan itu ternyata pasiennya juga berasal dari warga Ngawi. Begitu juga dengan Puskesmas Lembeyan yang pasiennya sebagian berasal dari Ponorogo. ‘’Karena memang lokasi kedua puskesmas itu berada di wilayah perbatasan,’’ terangnya.

Sebagai langkah percepatan pengembangan sejumlah puskesmas itu, pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Utamanya terkait dengan alokasi dana operasional. Sekalipun sebagian dari puskesmas tersebut sudah berstatus BLUD. ‘’Kalau untuk (pelayanan) masyarakat tidak boleh ngomong untung rugi. Lembaga itu kalau dikasih duit berapapun, pasti cukup kok. Mau banyak, mau sedikit,’’ paparnya.

Dia menambahkan pengembangan puskesmas dengan meningkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe D tentu membuka peluang penambahan dokter spesialis. Tetapi, jumlahnya bakal disebar. Tidak hanya Puskesmas Plaosan saja yang jadi prioritas. Namun juga puskesmas lainnya yang memenuhi kualifikasi. ‘’ ‘’Kalau semua di puskemas Plaosan kan nggak fair,’’ pungkasnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here