AdvertorialMadiun

Upaya Dinkes Kota Madiun Wujudkan Generasi yang Berkualitas

Maksimalkan Germas untuk Pola Hidup Sehat

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting kemajuan sebuah bangsa. Untuk itulah hadir program Germas yang merupakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan Generasi Sehat Indonesia Unggul.

——————————————-

PENERAPAN gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) menjadi program utama yang diangkat oleh Pemkot Madiun dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 pada Jumat (16/11) lalu. Dalam kesempatan itu, masyarakat diajak untuk meninggalkan kebiasaan dan perilaku yang kurang sehat. ‘’Event ini merupakan pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud,‘’ terang Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Madiun, dr AS Wardani.

Peringatan HKN lalu tersebut dipusatkan di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Wali kota Maidi hadir membuka acara sekaligus ikut senam bersama dengan wawali, ketua DPRD, ketua TP PKK, forpimda serta para kader kesehatan dan KB. ‘’Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka berkumpul bersama mengikuti senam. Hal itu menunjukkan bahwa mereka sehat,’’ ucap Wardani.

Selain beraktivitas fisik seperti senam maupun olahraga, lanjut dia, mengonsumsi sayur dan buah, serta tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol perlu ditingkatkan.

Di samping itu, menurut Wardani, yang paling penting untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat adalah diperlukan peran seluruh pihak. Seperti memprioritaskan upaya promotif (kampanye kesehatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan upaya kuratif (mengobati) dan rehabilitatif (pemulihan). ‘’Germas adalah suatu tindakan yang sistematis, terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup,’’ terangnya.

Dia memastikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sudah diterpakan oleh masyarakat Kota Maidun. Buktinya adalah penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai bentuk penilaian keberhasilan pemkot membudayakan masyarakat hidup sehat. ‘’Ini kan untuk generasi penerus kita juga nantinya. Supaya dapat terbentuk generasi yang berkualitas,’’ ungkapnya.

Sebagai bentuk evaluasi penerapan pola hidup sehat di masyarakat, digelar berbagai lomba pada peringatan HKN ke-55 tersebut. Seperti lomba puskesmas berprestasi, kader dokter cilik serta kader kesehatan tingkat SD dan SMP/MTS. Total ada 10 lomba yang digelar. Termasuk di antaranya juga pemilihan kader kelurahan bebas jentik serta kelurahan sehat.

Selain itu, ada pula parade kostum buah dan sayur yang diikuti oleh perwakilan insan kesehatan. Parade itu merupakan bagian dari upaya dinkes menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur.

Serta mengajak masyarakat yang hadir untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan cek kesehatan gratis. Sekaligus menyaksikan demonstrasi bantuan hidup dasar oleh kader saka bakti husada. ‘’Kami mengajak semua masyarakat untuk selalu melakukan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal,’’ tutur Wardani.

Di sisi lain, dinkes makin intensif mengkampanyekan metode kontrasepsi vasektomi. Tujuannya sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian membangun keluarga berkualitas. Serta mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). ‘’Mari kita menjaga lingkungan kita bebas dari sarang nyamuk aedes aegypti dan bersama kita bebaskan Kota Madiun dari DBD,’’ kata Wardani. (fit/odi/adv)

Maidi Siapkan Program Tangani Stunting

JAWARA: Wali Kota Maidi, Ketua TP PKK Yuni Sulistyowati, Kepala Dinas Kesehatan dan KB dr AS Wardani berfoto bersama pemenang lomba-lomba memperingati HKN ke-55 tahun 2019

KASUS stunting menjadi perhatian serius Wali Kota Madiun Maidi dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Karena itu, jaminan kesehatan bagi masyarakat bakal menjadi yang utama dalam pelaksanaan program pemkot tahun depan.

Adapun program pencegahan stunting yang sudah dirancangnya berupa kerja sama dengan pihak ketiga melalui corporate social responsibility (CSR). Selanjutnya, bantuan program hasil pertanggungjawaban perusahaan terhadap masyarakat tersebut bakal diberikan secara langsung olehnya. ‘’Peta anak stunting sudah jelas, sehingga untuk penangannya akan lebih maksimal,’’ kata Maidi.

Di samping itu, pihaknya juga meminta tim dari dinkes rutin turun langsung ke lapangan untuk meninjau perkembangan kesehatan masyarakat. Baik itu berupa kesehatan lansia, ibu hamil dan anak. ‘’Anak penderita stunting harus mendapat perhatian khsusus. Ke depan, semua fasilitas akan saya coba cukupi,’’ ujarnya.

Meski begitu, menurutnya, tetap diperlukan peran serta ibu dan calon ibu untuk mambangun karakter anak. Salah satunya membudayakan hidup bersih dan sehat. ‘’Saya sudah siapkan program-program kesehatan untuk membawa kesejahteraan masyarakat. Semoga kita semua sehat dan senang. Generasi sehat, Indonesia unggul,’’ tutur Maidi. (fit/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close