Pacitan

Upah GTT Diusulkan Naik Jadi Rp 300 Ribu

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Taraf hidup guru tidak tetap (GTT) di Pacitan coba diperbaiki tahun depan. Pemkab setempat menyiapkan anggaran untuk para pendidik non-pegawai negeri sipil (PNS) itu Rp 6 miliar. ‘’Khusus untuk GTT,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Sudaryono Minggu (10/11).

Menurut dia, usulan tersebut sudah mendapat restu dari pemkab. Artinya, gaji guru non-PNS yang mengajar SDN-SMPN di Pacitan bakal naik 2020 nanti. Tahun ini upah GTT per bulan Rp 100 ribu. ‘’Setelah ada tambahan anggaran tersebut, per bulan para GTT akan mendapat sekitar Rp 300 ribu per bulan,’’ ujarnya.

Dari sisi kesejahteraan, Sudaryono tidak menampik nominal Rp 300 ribu per bulan itu sangat kurang. Namun, setidaknya ada upaya dindik untuk mengangkat kesejahteraan GTT. ‘’Di samping itu, mereka (GTT) juga mendapat semacam uang transpor dari sekolah sesuai kemampuan fiskal masing-masing lembaga,’’ ungkapnya.

Kondisi saat ini, dari total 408 SDN, ada kekurangan 1.357 guru PNS. Sementara dari total 50 SMPN, masih kekurangan 96 guru PNS. Sudaryono menyebut peran GTT sangat penting dalam dunia pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) tidak akan bisa berjalan tanpa andil GTT. ‘’Menyikapi kekurangan guru, rekrutmen GTT itu penting. Secara kualifikasi, mereka juga sudah linier di bidang masing-masing,’’ bebernya.

GTT melaksanakan tugas kependidikan. Baik guru kelas maupun guru mata pelajaran. Catatan Dindik Pacitan, saat ini terdapat 1.670 GTT. Perinciannya, 1.461 GTT jenjang SDN serta 209 GTT di SMPN. ‘’Semoga adanya ini (kenaikan upah GTT, Red) bisa lebih menyejahterakan mereka,’’ ucapnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close