Ponorogo

Upacara Hari Pahlawan di Rumah Singgah Jenderal Soedirman

SEBUAH rumah di kaki bukit Bhayangkaki menjadi saksi bisu perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Taktik gerilya yang dilancarkan guna menumpas Agresi Militer II Belanda itu membawa rombongan Soedirman ke sebuah rumah milik almarhum Ginut di Ngindeng, Sawoo. Dalam perjalanan menyusuri Gunung Wilis, para pejuang singgah semalam di rumah tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bantul, Jogjakarta.

Minggu (10/11), para veteran menggelar upacara memperingati Hari Pahlawan di halaman rumah nan bersejarah tersebut. ‘’Ini pertama kalinya rumah almarhum Pak Ginut dijadikan tempat upacara. Agar sejarah penting di Sawoo ini tidak dilupakan,’’ kata Sekretaris Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Ponorogo Suparlan kemarin.

Kemarin pagi, Suparlan dan ratusan veteran dari LVRI dan Badan Pembudayaan Kejuangan 45 mengikuti upacara tersebut. Dari ratusan veteran, ada 30 veteran pejuang yang ikut mengangkat senjata pada perang kemerdekaan. Usia mereka rata-rata sudah lebih dari 90 tahun. Namun, itu tak menghentikan semangat mereka untuk ikut mengenang jasa kolega semasa merebut kemerdekaan. ‘’Ada yang sampai menangis karena kekhidmatan upacara,’’ ujarnya.

Suparlan mengungkapkan, upacara peringatan Hari Pahlawan baru kali pertama digelar di rumah singgah Jenderal Soedirman di Ngindeng. Halaman yang tak begitu luas di rumah yang kini dihuni Langgeng, cucu Ginut, itu tak menyurutkan kekhidmatan upacara. Pasalnya, jejak sejarah belum hilang dari rumah tersebut. Berbagai perlengkapan seperti tempat tidur, tikar, serta alat makan dan minum yang digunakan Soedirman masih terawat dengan baik. ‘’Rumah itu menjadi bagian penting dalam sejarah perang gerilya,’’ terang veteran perdamaian itu.

Menurut Suparlan, menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di rumah singgah Soedirman adalah cara terbaik supaya jejak sejarah itu tidak lenyap dimakan zaman. Karena itu, pelajar dari berbagai sekolah di Sawoo pun ikut dilibatkan dalam upacara tersebut. ‘’Sekarang zaman milenial. Pemuda harus tidak boleh lupa dengan fakta sejarah yang begitu penting ini. Merekalah yang kelak akan merawat,’’ sebutnya.

Hari Pahlawan yang diperingati tahun ini pun tak jauh-jauh mengangkat isu kesejahteraan para veteran. Baik kalangan veteran pejuang, veteran pembela, maupun veteran perdamaian. Suparlan berharap para koleganya yang telah mencurahkan segenap jiwa dan raga kepada negara, mendapat perhatian di hari tua. ‘’Kalangan veteran perdamaian masih belum mendapat perhatian yang cukup. Ke depan, kami semua berharap seluruh veteran diperhatikan oleh pemerintah,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

Jangan Lalaikan Semangat Pahlawan

TEATRIKAL: Mahasiswa menggelar aksi damai dan teatrikal di alun-alun Ponorogo.

DETIK mencekam pengibaran bendera merah putih di Hotel Yamato Surabaya diteaterkan himpunan mahasiswa PMII Ponorogo Minggu (10/11). Adegan demi adegan diperagakan tepat di depan patung singa alun-alun Ponorogo. ‘’Kami menggelar aksi damai ini karena masih banyak mahasiswa yang melalaikan semangat pahlawan,’’ kata Addin Ayatulloh Al Azmi, koordinator aksi.

Seusai berorasi, himpunan mahasiswa ini sedianya menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Waranti Ponorogo. Namun, karena TMP di Jalan Pahlawan kemarin pagi sedang dilangsungkan upacara, akhirnya bergeser ke Makam Batoro Katong. ‘’Kami kirim doa dan tabur bunga,’’ ujarnya. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close