Universitas PGRI Madiun Siap Cetak Akademisi Bertaraf Dunia

92
RESMI: Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. Parji, M.Pd berjabat tangan dengan Dr. Raul F. Muyong tanda kerjasama Signing Memorandum Of Agreement (MoA) antara Universitas PGRI Madiun Indonesia dengan Iloilo Science and Technology University (ISAT U) Philipines telah disepakati.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapan Universitas PGRI Madiun dalam menghadapi revolusi industri 4.0 kian matang. Lewat ICETECH 2019 The 1st International Conference on Education and Technology di GOR Cendekia Kamis (8/8), pihak kampus memaparkan jika mereka telah menyusun program Universitas PGRI Madiun goes to Internasional.

Empat pemateri dihadirkan dalam seminar tersebut. Mereka adalah Dr. Raul F Muyong dari Iloilo Science and Technology University, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mohd Mukhlis Bin Abu Bakar, B.A., P.hD dari National University of Singapore, dan Dr. Abu Yazid Abu bakar dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

SUPPORT: Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. Parji, M.Pd berfoto bersama ketua panitia, Muhammad Hanif, serta seluruh pemateri usai konferensi.

Rektor Universitas PGRI Madiun Parji mengatakan, ICETECH 2019 bertujuan memfasilitasi para peneliti, ilmuwan akademis, dan tenaga pendidik dalam upaya berbagi pengetahuan serta pengalaman yang meliputi bidang pendidikan dan teknologi. ‘’Juga dalam rangka meningkatkan publikasi ilmiah dosen dan membawa kewibawaan Universitas PGRI Madiun dalam mencetak akademisi bertaraf dunia,’’ terangnya.

Konferensi yang digagas oleh Universitas PGRI Madiun itu merupakan sarana bagi peneliti, ilmuwan akademis, dan tenaga pendidik yang tertarik untuk mengambil bagian dalam pengembangan masyarakat. Melalui keahlian dalam pendidikan dan teknologi, membuat mereka layak berkontribusi pada lingkungan di era digital saat ini. ‘’ Universitas PGRI Madiun memiliki kewajiban untuk membuat pembaharuan atmosfir akademik yang lebih bagus dengan meningkatkan daya saing. Sudah waktunya kami melaksanakan kegiatan yang sifatnya internasional,’’ paparnya.

Parji menyatakan seminar mengusung tema Emerging Innovative Learning across Disciplines in the Digital Era. Artinya, akademisi ditantang untuk berbagi pengalaman berdasarkan pengetahuan mereka. Sekaligus harus siap diuji mengenai konsep pendidikan dan teknologi kontemporer di berbagai disiplin ilmu pada era digital. ‘’Dalam upaya memberikan kualitas pembelajaran, penting bagi mereka untuk terus menambah referensi,’’ ujarnya.

SETUJU: Proses penandatanganan kerjasama antara Unipma dengan Iloilo Science and Technology University

Salah satu langkah awal Universitas PGRI Madiun goes to International adalah penandatanganan kerja sama atau Signing Memorandum Of Agreement (MoA) antara Universitas PGRI Madiun Indonesia dengan Iloilo Science and Technology University (ISAT U) Philipines. ‘’Kerjasama ini meliputi pertukaran dosen, mahasiswa, kolaborasi penelitian, dan seminar internasional. Ke depan, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang wajib digelar,’’ jelas Parji.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Hanif menambahkan, kegiatan ini merupakan wahana untuk akademisi dalam mengembangkan inovasinya di bidang pendidikan dan teknologi. Tujuan utamanya untuk menyiapkan anak didik agar tidak gagap teknologi. ‘’Sentuhan teknologi di era globalisasi ini tidak dapat dielakkan, oleh karena itu seluruh tenaga pendidik dan peserta didik harus memiliki kesadaran dan kearifan untuk mengembangkan teknologi,’’ ungkapnya. (mga/her/adv/bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here