Universitas PGRI Madiun Launching eLMA

1558
INOVATIF: Gatot Hertanto PhD, pendamping hibah PBMBTI Kemenristekdikti RI, meluncurkan produk inovatif E-Learning Unipma (Elma).

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) meluncurkan inovasi terbaru dalam pengembangan dunia pendidikan Jumat (6/9). Yakni, Electronics Learning Unipma (eLMA). Sebuah pembelajaran secara daring yang bertujuan meningkatkan kualitas perkuliahan.

Ketua Hibah Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa Berbasis Teknologi Informasi (PBMBTI) Unipma Marheny Lukitasari mengatakan, eLMA merupakan produk inovasi Unipma dalam menjawab tantangan pembelajaran di era disrupsi. Dia menyebut inovasi itu didanai dari hibah Kemenristekdikti. Setelah proposal yang diajukan oleh Unipma dinyatakan lolos bersama dengan sepuluh perguruan tinggi (PT) lain di seluruh Indonesia. ‘’Bukti bahwa kami turut berinovasi dalam dunia pendidikan,’’ kata Marheny.

Konsep eLMA adalah pembelajaran berbasis online. Sehingga, antara mahasiswa dengan dosen dapat berinteraksi tanpa batas ruang dan waktu. ‘’Mereka (mahasiswa, Red) bisa bertanya (ke dosen) langsung menggunakan eLMA dengan mengakses www.elma.unipma.ac.id,’’ terangnya.

Marheny menyatakan, eLMA bakal diterapkan mulai semester gasal tahun angkatan 2019/2020 untuk lima fakultas dan 22 program studi (prodi). Dengan inovasi tersebut, proses pembelajaran tidak harus dengan cara tatap muka di kelas. Tetapi, lewat online. ‘’Banyak sekali manfaat yang dirasakan baik oleh dosen maupun mahasiswa,’’ ujarnya.

Adapun manfaat yang bisa diperoleh dari eLMA, dosen dapat dengan mudah meng-upload materi pembelajaran yang bisa diakses oleh mahasiswa secara cepat. Selain itu, ada forum diskusi. Bahkan, dosen dan mahasiswa dapat mengambil sumber dari tulisan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan melalui eLMA. ‘’Semuanya ada di situ. Dosen dan mahasiswa dapat saling bertanya seputar keilmiahan,’’ jelas Marheny.

Dia menilai eLMA hadir menjadi bagian dari pencetak generasi unggul di era disrupsi saat ini. Era di mana masyarakat bergeser dari dunia nyata ke dunia maya. Untuk itu, pihaknya berharap semua dosen menerapkannya. Sehingga, dapat meningkatkan kompetensi personal dosen. ‘’Sekaligus membekali mahasiswa melalui mata kuliah yang di-share dosen. Sehingga, lebih mumpuni,’’ ucapnya.

Peluncuran produk inovasi eLMA tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kemenristekdikti dan 122 dosen. Acaranya dikemas dalam bentuk workshop. (kid/c1/her/adv/bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here