Unipma Promosikan Kota Madiun Sampai Level Internasional di Program Magang SEAMEO

45
Parji (Rektor Unipma)

MADIUN – Jika ingin menelisik kemajuan suatu daerah, tengoklah perguruan tingginya (PT). Sebab, kehadiran PT memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi daerah. Itulah yang terjadi di Kota Karismatik. Geliat perdangan barang dan jasa di kawasan kampus semakin meningkat. Mulai dari usaha kos-kosan, makanan-minuman, sampai dengan alat tulis kantor.  ‘’kita harus belajar dari sejarah kota-kota di Indonesia. Surabaya, Malang, Jember , kota tersebut karena pendidikan, terutama PT,’’ kata Rektor Universitas PGRI Madiun (Unipma) Parji ditemui Radar Madiun Rabu (19/6).

Parji mencatat, jangkauan mahasiswa Unipma sudah menyentuh 24 provinsi.  Mayoritas  dari wilayah Jawa Timur bagian barat. Bukan hanya nasional, melainkan international. Ditandai dari program magang Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) awal tahun lalu. Kemudian, MoU dengan sejumlah negara di Asia selain Thailand. Di antaranya, Filipina, China, Vietnam, dan Jepang. ‘’Kami sudah masuk level mempromosikan Kota Madiun tidak hanya tingkat nasional. Tapi internasional. Saya rasa impactny cukup banyak untuk Kota Madiun,’’ jelasnya.

Bukan hanya itu, Unipma juga fokus mengurangi angka pengangguran lulusannya dengan skill dan bekal ilmu keiwirausahaan. Langkah serius itu semakin nyata. Pada 29 Juni mendatang, akan diresmikannya gedung pusat enterprenur dan kreativitas mahasiswa. ’’Gedung sudah jadi, tanggal 29 launching. Saya ingin anak-anak berani ambil keputusan, berani berwirausaha, berani ambil tantangan. Bisnis sesuai passionnya,’’ bebernya sembari menyebut menjelang kelususan ada pembekalan entreprenur.

Ke depannya, bersamaan dengan hari jadi Kota Madiun yang ke 101, sudah saatnya Pemkot Madiun terbuka dan menjalin kerjasama dengan Unipma. Dia merasa, sejauh ini, kampus belum diperdayakan sesuai dengan kepentingan pemkot. ‘’Padahal sudah waktunya bisa lalukan itu (kerjasama),’’ akunya.

Ambil contoh terkait meretas masalah pengangguran di Kota Karismatik, mestinya kampus dan pemkot bisa bersinergi. Sejalan dengan upaya Unipma mengembangkan konsep kampus enterprenur.

’’Pemkot mestinya punya fasilitas pengembangan enterprenusrhsip di Kota Madiun bersama mahasiswa. Itu misi yang saya kira meningkatkan daya saing. Disamping insfrastruktur orientasi juga ke SDM. Karena itu problem kita,’’ urainya.

Pendek kata, pembangunan harus partisipastif. Semakin banyak melibatkan kerjasama, tingkat keberhasilan akan semakin maju. Apalagi, Unipma berada di Madiun, mestinya lebih memahami persoalan yang terjadi di Kota Madiun. Dibandingkan kampus luar kota.

Bersamaan dengan hari jadi Kota Madiun yang ke 101 Kota Madiun. Parji berharap, program beasiswa dari Pemkot Madiun, tidak hanya ditujukan ke perguruan tinggi negeri (PTN) saja. Namun, juga perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Madiun. ‘’Pemberian beasiswa tidak nyenggol PTS. Beasiswa pemkot itu kan harus gandeng PTS juga,’’ pungkasnya. (dil/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here