Unipma Bekali 21st Century Skills, Hari Ini Wisuda 1.145 Sarjana Baru

79

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Haru bercampur bahagia tampak saat prosesi wisuda mahasiswa Universitas PGRI Madiun, Kamis (22/8). Sedikitnya Universitas PGRI Madiun meluluskan 1.145 wisudawan dari berbagai disiplin ilmu.

Dengan bekal keterampilan dan ilmu yang didapat, putra-putri terbaik itu siap mengamalkan dan terjun mengabdikan diri ke masyarakat, serta menjadi tenaga profesional sesuai displin ilmu masing-masing. Pun siap menghadapi tantangan di era disprupsi.

Menariknya segudang prestasi akademik dan non akademik diraih para wisudawan. Mulai Juara 3 (medali perunggu) Pimnas-30 di Makassar pada kategori poster, Juara 3 pada Lomba Paduan Suara 10th Sapta Gita tingkat Nasional di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Berikutnya, juara 1 Lomba Film Pendek Tingkat Nasional di Unmuh Ponorogo, Juara 2 tingkat Nasional pada Expo dan KMI Award 2018 yang diselenggarakan oleh Belmawa Dikti, Juara 2 Kompetisi Tari Tradisional Umum tingkat nasional di UNS. Dan yang terbaru saat ini adalah terdapat 5 tim yang lolos pada PIMNAS-32 yang akan diselenggarakan di Udayana, Bali.

Raihan itu tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan segenap civitas akademika Universitas PGRI Madiun. Mulai penggemblengan sejak mahasiswa baru, hingga menciptakan lingkungan ilmiah di kampus. Pun tidak terlepas dari penerapan sistem pendidikan mutakhir yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. ’’Saya mewakili segenap civitas akademika Universitas PGRI Madiun mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah belajar dengan giat dan mampu menyelesaikan studinya dengan baik,’’ kata Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. H. Parji.

Total mahasiswa yang diwisuda tahun ini berasal dari empat fakultas. Perinciannya Fakultas Pascasarjana dengan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) 13 wisudawan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 6 wisudawan. Sedangkan program sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) terdiri dari Program Studi Pendidikan Matematika 72 wisudawan, Pendidikan Fisika 22 wisudawan. Selanjutnya, Pendidikan Biologi 36 wisudawan, Pendidikan BK 69, Pendidikan PGSD 434 wisudawan, Pendidikan PAUD 28, Pendidikan Sejarah 15, Pendidikan Ekonomi 27, Pendidikan PPKn 18, Pendidikan Akutansi 94, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 60, Pendidikan Bahasa Inggris 52, serta Pendidikan Elektro 16 wisudawan.

Sementara Fakultas Teknis terdiri dari Program Studi Teknik Informatika 48 wisudawan. Dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Program Studi Manajemen 62 wisudawan serta Akutansi 73 wisudawan. ‘’Peningkatan kualitas lulusan dilakukan antara lain melalui peningkatan kualitas proses belajar mengajar yang bermutu tinggi yang didukung dengan peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas pendukung,’’ lanjutnya.

Wisuda kali ini mengusung tema Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Disrupsi. Seperti dijelaskan oleh Ristekdikti (2018), bahwa ciri-ciri era disrupsi dapat dijelaskan melalui VUCA yaitu perubahan yang masif, cepat, dengan pola yang sulit ditebak (volatility). Perubahan itu menyebabkan ketidakpastian (uncertainty), terjadinya kompleksitas hubungan antar faktor penyebab perubahan (complexity), kekurangjelasan arah perubahan yang menyebabkan ambiguitas (ambiguity). ’’Karena itu era teknologi informasi menjadi basis atau dasar dalam kehidupan manusia termasuk dalam bidang bidang pendidikan di Indonesia,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan bahkan di dunia saat ini tengah masuk ke era revolusi sosial industri 5.0. Pada Era Revolusi industri 4.0 beberapa hal terjadi menjadi tanpa batas melalui teknologi komputasi dan data yang tidak terbatas, hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. ‘’Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi,’’ sambungnya.

Karena itu, tambah dia, di era disrupsi saat ini, dunia pendidikan tinggi dituntut mampu membekali para peserta didik atau mahasiswa dengan keterampilan abad 21 (21st Century Skills). Keterampilan itu merupakan ketrampilan peserta didik atau mahasiswa yang mampu untuk bisa berpikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta ketrampilan komunikasi dan kolaborasi. ’’Butuh komitmen bersama untuk menghadapi era ini. Kami optimistis siap mencetak generasi yang unggul,’’ ucapnya. (mg7/bar/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here