Unggahan Formulir CI di Medsos Meresahkan

84

PACITAN – Berita bohong alias hoax masih marak mewarnai pelaksanaan Pemilu 2019. Tak terkecuali pada tahapan penghitungan suara yang kini tengah berlangsung. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibuat geregatan dengan unggahan formulir C1 yang berisi hasil penghitungan suara tingkat tempat pemungutan suara (TPS) di media sosial facebook.

Penyelenggara pemilu khawatir bakal membuat gaduh masyarakat. Pasalnya unggahan tersebut dipastikan tidak dapat dipertanggungjawabkan. ‘’Kami berharap masyarakat, utamanya para saksi,  ikut mengawal proses pemilu sampai selesai. Hati-hati menyikapi hasil pemilu yang beredar,’’ kata Ketua KPU Pacitan Damhudi kemarin (19/4).

Menurut Damhudi, hasil pemilu resmi bakal dilakukan melalui rapat pleno terbuka. Mulai tingkat kecamatan hingga KPU RI. Pleno tingkat kecamatan dimulai Kamis (18/4) lalu. Lantaran terbuka untuk umum, warga dapat memantau jalannya rapat. Tingkat kabupaten bakal digelar mulai 29 April mendatang. Diperkirakan bakal berlangsung beberapa hari. ‘’Kami tunggu rapat pleno tingkat kecamatan usai, sekitar enam sampai 10 hari tergantung jumlah TPS,’’ jelasnya.

Meski belum diplenokan, namun KPU telah memulai lewat sistem informasi penghitungan (situng). Seluruh formulir C1 berhologram dari TPS bakal dikirim ke KPU Pacitan melalui tingkat kecamatan untuk dipindai. Selanjutnya diunggah secara nasional. Dari situng dapat diketahui hasil penghitungan suara di 1.973 TPS. Pun lengkap dengan jumlah surat suara hingga angka golput dan pemilih disabilitas. ‘’C1 di-scan dan diunggah ke website KPU RI,’’ terangnya

Walaupun dapat dilihat hasil scan formulir C1 seluruh Pacitan, namun data tersebut bukan hasil final. Sesuai tahapan, hasil pemilu disahkan melalui rapat pleno. Sementara, klaim lembaga survei maupun tim pemenangan pasangan capres-cawapres sah dilakukan. Hanya, hasilnya tanggung jawab lembaga masing-masing. ‘’Kami belum berani menyampaikan informasi hasil pemilu, kami tetap berpedoman tahapan pemilu,’’ tegas Damhudi sembari berharap warga bersabar dan tak terprovokasi hasil yang beredar.

Pantauan di laman situng. Hingga pukul 18.00 kemarin suara yang masuk KPU Pacitan masih berkutat di angka 0,35 persen. Atau baru tujuh TPS. Yakni dari sebagian desa di Kecamatan Pacitan (kota). Informasinya, kelambanan proses tersebut lantaran server nasional lemot. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here