UNBK: Tim Help Desk Selidiki Beredarnya Soal Matematika

38

MADIUN – Bukan hanya kunci jawaban Bahasa Indonesia (BI) yang diduga beredar. Tim Help Desk UNBK Kota Madiun bentukan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur itu mendapati indikasi peredaran dua jenis soal matematika dalam bentuk PDF. Mata pelajaran (mapel) itu akan diujikan hari ini di UNBK SMA dan MA. ’’Kami dapatkan dari grup WA (WhatsApp) internal, ada anggota tim mendapatkan itu,’’ ujar Nuryanto, koordinator Help Desk UNBK Kota Madiun.

Setelah mendapati dua jenis materi soal itu langsung dilakukan penyelidikan. Dugaan sementara, materi soal yang beredar itu tidak valid. ’’Belum ada satupun yang sama dengan soal yang beredar,’’ tegasnya.

Sementara, tim kemarin juga melakukan pemantauan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Karismatik. Ada fenomena memang beberapa peserta UNBK yang datang terlambat. Ada banyak indikasi. Benar-benar terlambat atau memang menunggu kunci jawaban. Itu juga jika peserta tersebut melakukan praktik curang dengan membeli kunci jawaban yang tidak jelas kebenarannya.  Bisa saja, kata dia, peserta itu menunggu token dibuka setelah memesan kunci jawaban. ’’Tapi ternyata juga nggak valid, ID user-nya juga nggak valid,’’ jelasnya.

Nuryanto berjanji akan mendalami praktik tersebut. Dia juga berpesan agar para peserta UNBK mengerjakan secara jujur. Itu akan merugikan diri sendiri. Sebab waktu mereka tersita sia-sia hanya untuk menunggu. Apalagi jika sampai datang terlambat. Sebab, setiap 15 menit token siswa akan berganti secara otomatis. ’’Kalau token sudah ganti, otomatis soalnya juga berganti,’’ tandasnya.

Sangat kecil kemungkinan sistem dan platform dari pemerintah pusat ini bisa diretas hacker. Kecuali, mengetahui secara detail id server, user, dan lokasi.  ’’Hacker jelas nggak bisa, karena sistem ini kan semi online, yang connect hanya servernya. Dan jawaban siswa langsung dikirim ke pusat,’’ jelasnya.

Jika pemerintah pusat menemukan bukti fisik adanya kebocoran soal, maka dalam sistem proktor muncul perintah untuk patching. Patching ini akan mengganti paket soal lama dengan yang baru. Hal ini pernah terjadi di UNBK tahun lalu pada soal Bahasa Inggris. ’’Jadi  seperti sinkronisasi ulang, misal yang tadinya 10 paket ditambahi 10 paket lagi, atau soal yang harusnya untuk Indonesia bagian timur dipindah untuk daerah,’’ ungkapnya.

Kebocoran sistem tidak mungkin, kecuali kebocoran manual. Yang mengetahui adalah pembuat soal, tapi pembuat soal sendiri juga disumpah. Atau oknum yang sengaja memanfaatkan untuk bisnis. ’’Yang sebenarnya kunci dan soal jawaban itu tidak ada hanya dibuat-buat, toh tidak berefek dampaknya untuk mereka (oknum), seperti CPNS nggak lulus ya sudah,’’ ujarnya.

Dia berharap  peserta UNBK bisa lebih percaya, jujur, dan teliti. Sebab, kata dia, UNBK bukan lagi momok kelulusan siswa. Apalagi bagi peserta UNBK yang sudah diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN)  melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). ’’Masuk kampus juga pakai nilai UTBK (ujian tulis berbasis komputer), tapi bagi SMP masih memungkinkan dipakai untuk masuk SMA. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here