UNBK: Kena Batunya, Kunci Jawaban Tak Valid

70

MADIUN – Seperti membeli kucing dalam karung. Pepatah ini layak disematkan bagi mereka yang terlanjur membeli soal dan kunci jawaban UNBK. Pasalnya, tidak ada satupun soal yang mirip.‘’’Saya dengar tadi teman-teman yang beli itu pada bilang nggak ada yang tembus,’’ kata SA salah satu siswi SMA ditemui Jawa Pos Radar Madiun usai pelaksanaan ujian kemarin (2/4).

Dia mengaku, teman-temannya itu mengaku kecewa berat. Dan, merugi hingga ratusan ribu rupiah. Lantas wartawan koran ini menunjukkan salah satu PDF soal dan kunci jawaban matematika yang sempat beredar di kalangan pelajar SMA/MA sederajat. ’’Kalau dilihat ini soal matematikanya anak IPA, model soalnya beberapa ada yang sama tapi angkanya beda,’’ ujarnya.

SA juga membeberkan trik sebagian teman sekoahnya yang berusaha mengelabuhi pengawas UNBK agar soal atau kunci jawaban itu tetap bisa dibuka ketika pelaksanaan ujian berlangsung. ’’Ada yang bawa dua handphone, yang satu disimpan di tas ditunjukkan ke guru kalau sudah menyerahkan handphonenya.’’

’’Nah, yang satu lagi dimaasukkan dalam saku, di dalamnya HP itu diletakkan dibalik komputer,’’ bebernya.

Bukan hanya itu,  ada yang nekat menuliskan poin-poin penting soal dan kunci jawaban dari PDF itu ke dalam kertas kecil. Lantas kertas kecil tersebtu dilipat kecil dibalik ID Card. Sehingga yang terlihat, ketika masuk ke dalam ruangan ujian hanyalah peralatan tulis. ’’Teman saya ada yang kayak gitu,’’ paparnya

Sementara, Nuryanto, Koordinator Help Desk Kota Madiun mengatakan hal yang sama. Dia membenarkan  PDF Matematika yang ditunjukkan wartawan koran ini sama persis dengan yang dia ketahui. ‘’Sepakat tidak kami laporkan karena kemiripannya jauh, Cuma kami melaporkan adanya soal yang tidak sempurna saja di berbagai sekolah,’’ pungkasnya.

Sementara itu, kesempatan kedua diberikan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) bagi peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/MA yang  berhalangan hadir sesuai jadwal. Ujian yang lazim disebut susulan itu bakal digelar 15 dan 16 april nanti. ‘’ Ada beberapa yang sakit sehingga tak bisa mengikuti unas, nanti mengikuti ujian susulan sesuai jadwal,’’ kata kepala cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Madiun-Ngawi Supardi.

Supardi mengatakan  hasil monitoring dan evaluasi (monev) selama dua hari terakhir ada beberapa siswa yang tak dapat mengikuti ujian karena sakit. Sebagian besar dari mereka didiagnosa mengidap demam berdarah dengu (DBD). Sehingga, mereka harus opname dan tak  tidak bisa mengikuti ujian. ‘’Karena memang sakit dan tidak memungkinkan menmgikuti ujian,’’ katanya

Supardi mengatakan jumlah peserta ujian susulan masih belum final. Sebab, unas SMA digelar hingga senin depan. Dari 12 sekolah penyelenggara di kabupaten Madiun seluruh data belum masuk. Pihaknya baru mengumpulkan data setelah ujian berakhir Senin (8/4) mendatang. Pun, data itu bakal digunakan untuk menentukan jumlah siswa yang harus menjalani ujian susulan. ‘’Terhitung sepuluh hari setelah ujian selesai ujian susulan digelar,’’ katanya.

kata dia ujian susulan tahun ini tidak serumit berbasis kertas. sebab jika digelar berbasis kertas soal harus diambil ke Dindik Provinsi yakni di Surabaya. Pun, butuh pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Sementara ketika UNBK, teknis ujian susulan bisa lebih sederhana. Semuanya sudah terjadwal dan peserta hanya tinggal mengikuti ujian saja. ‘’jadi bakal minim kendala juga sebelum ujian diselenggarakan,’’ katanya.

Dia menyebutkan bahwa bobot soal sama. Pun, waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal  tak berbeda dengan ujian reguler. ‘’nanti ujian susulan sama dengan jadwal ujian susulan untuk SMK,’’ ungkapnya. (dil/fat/pra/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here