UNBK Butuh Genset untuk Antisipasi Listrik Padam

25

PACITAN – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA/MA di Pacitan benar-benar disiapkan pihak lembaga penyelenggara. Mulai teknis hingga nonteknis. Salah satunya penyediaan cadangan listrik. Sebab, meski telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman dengan PLN, namun tidak ada jaminan gangguan listrik padam saat ujian berlangsung.

Bahkan, pada hari pertama UNBK, Senin (1/4) lalu, listrik PLN tiba-tiba padam hingga puluhan menit di wilayah kecamatan Tegalombo. Hingga membuat puluhan siswa panik. Pun di Kecamatan Pacitan (kota), meski minim potensi pemadaman, pihak sekolah penyelenggara tetap mengantisipasinya dengan menyiapkan genset. ‘’Kami pakai sistem kontrak dengan penyedia jasa genset agar lebih hemat,’’ kata Kepala SMAN 2 Pacitan Budi Suryanto kemarin (4/4).

Budi mengungkapkan untuk menyewa genset pihaknya harus merogoh kocek Rp 3 juta selama empat hari pelaksanaan UNBK. Meski jadwal pelaksanaannya terjeda hari libur beberapa kali-kali, namun pihak penyedia tak memungut biaya tambahan saat libur ujian. ‘’Biaya sewanya kami ambil dari dana BOS (bantuan operasional sekolah),’’ ujarnya.

Padahal, SMAN 2 Pacitan telah memiliki genset sendiri. Namun, Budi tak ingin mengambil risiko. Pasalnya, kapasitas gensetnya terlampau kecil. Sehingga, dikhawatir tak mampu menghidupkan puluhan komputer saat listrik PLN padam. Agar aman, pihaknya pun menyewa genset dengan kapasitas yang lebih memadai. ‘’Harganya bervariasi, ada yang lebih mahal lagi,’’ paparnya.

Hingga hari ketiga ujian Kamis (4/4) kemarin, genset sewaan tersebut masih mejeng di halaman sekolahnya. Belum sekali pun digunakan. Untuk menghemat biaya, sempat muncul wacana sekolah bakal pengadaan genset sendiri. Yakni merakit generator mesin mobil bekas. ‘’Itu saran dari pemilik jasa persewaan genset. Katanya bisa lebih murah. Tak sampai ratusan juta (rupiah),’’ ungkap Budi.

Sementara SMAN 1 Pacitan malah sudah pengadaan genset tahun ini. Pertimbangannya, dengan memiliki genset sendiri bakal lebih mudah dan murah ketimbang menyewa. Pasalnya, kegiatan tahunan tersebut tak bisa lepas dari genset meski hanya cadangan. ‘’Kalau sewa per hari Rp 1,5 juta. Kalau delapan hari sudah berapa itu?’’ sebut Kepala SMAN 1 Pacitan Giyono. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here