38 SMP-MTs Terpaksa Nebeng UNBK ke Sekolah Lain

29

NGAWI – Berbagai kondisi membuat sejumlah sekolah setingkat SMP belum bisa menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri. Setidaknya, 38 SMP dan MTs di Bumi Orek-Orek akan menumpang ke sekolah jenjang atasnya.

Ketersediaan komputer menjadi kendala utama mereka tidak bisa melaksanakan UNBK di ‘’rumah’’ sendiri. ‘’Memang kondisinya seperti itu. Menumpang atau mandiri, diharapkan ujian nasional nanti berlangsung lancar,’’ harap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Moh. Luluk Sodiki kemarin (11/4).

Luluk mengatakan, puluhan sekolah tidak bisa menggelar UNBK mandiri karena belum memiliki fasilitas laboratorium komputer. Ada pula yang sejatinya sudah memiliki, namun terpaksa nebeng sekolah lain lantaran jumlah muridnya tidak banyak. ‘’UNBK SMP/MTs tahun ini diikuti 11.237 peserta, baik dari sekolah negeri maupun swasta,’’ bebernya.

Dia menyebut, tidak ada paksaan bagi sekolah yang memang belum mampu untuk menggelar UNBK secara mandiri. Meski begitu, lanjut Luluk, untuk lingkup SMP negeri, jumlah sekolah yang menumpang sudah berkurang dibandingkan UNBK tahun lalu. Yakni, dari 28 menjadi 19.

‘’Tahun ajaran ini, sudah 22 lembaga dialokasikan bantuan komputer. Harapan dinas, pihak sekolah bersama komite ikut berperan supaya tahun-tahun depan semuanya bisa melaksanakan UNBK di sekolah masing-masing,’’ ungkapnya.

UNBK SMP/MTs dijadwalkan digelar mulai 22 April mendatang. Sementara, sinkronisasinya dilaksanakan tiga hari sebelum pelaksanaan ujian. Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kendala jaringan saat pengunduhan soal menjadi hal yang patut mendapat perhatian lebih. ‘’Masing-masing sekolah penyelenggara sudah kami imbau untuk mengantisipasi kendala saat sinkronisasi,’’ kata Luluk.

Mempersiapkan sinkronisasi, Dindik Ngawi dalam waktu dekat bakal mengumpulkan seluruh proktor, pengawas, maupun pihak sekolah, dalam pelaksanaan UNBK. Selain perkara teknis, kata Luluk, potensi munculnya kendala saat ujian juga akan menjadi materi pembahasan. ‘’Ada beberapa hal nanti yang perlu diperhatikan,’’ pungkasnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here