Unas Jujur Lebih Bermartabat

173

MADIUN – Pelaksanaan ujian nasional (unas) jujur menjadi fokus utama dunia pendidikan. Setidaknya, sejak empat tahun lalu Kementerian Pendidikan mengampanyekan evaluasi nasional itu digelar dengan jujur. Tak terkecuali tahun ini yang mengusung tema Prestasi Penting, Jujur yang Utama. Beragam cara dilakukan untuk membentengi siswa dari kecurangan, salah satunya dengan penggunaan teknologi dan unas online. ’’Tujuan unas sebagai alat untuk memotret kemampuan siswa, sehingga dirancang sedemikian rupa agar siswa jujur dan fair dalam pelaksanaannya,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Madiun-Ngawi Supardi.

Pardi mengatakan, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dinilai sebagai cara ampuh untuk meningkatkan kejujuran siswa. Sebab, dalam sistem tersebut, terdapat beberapa varian soal yang dalam satu ruangan dipastikan berbeda. Kondisi itu mau tidak mau membuat siswa harus menyiapkan dirinya untuk menghadapi unas. ’’Imbasnya, siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri,’’ ujarnya.

Pria kelahiran Ngawi ini tidak sependapat jika ujian nasional lebih mengedepankan nilai tinggi dibandingkan kejujuran. Sebab, jika mengedepankan nilai tinggi, segala hal dapat dilakukan. Salah satunya dengan berlaku curang. Namun, jika nilai tinggi dihasilkan dengan kejujuran, maka dinilai lebih bermartabat. Selain itu, hasil dari kegiatan belajar-mengajar dapat diketahui dengan baik dan valid, termasuk langkah-langkah untuk perbaikannya. ’’Kejujuran itu bagian dari penguatan pendidikan karakter, dan ini penting dalam evaluasi. Karena di dalamnya ada integritas,’’ tuturnya.

Pihaknya menyiapkan beragam cara untuk mengukur kesiapan siswa dalam unas maret nanti. Salah satunya menggelar try out secara berkala. ’’Selain itu, memberikan pembinaan dan motivasi, dan berpedoman pada POS (prosedur operasional standar, Red),’’ terangnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMAN Kota Madiun Imron Rosidi mengatakan, hasil evaluasi yang tinggi dan kejujuran sama pentingnya. Keduanya harus seiring sejalan. Kuncinya ada pada kepercayaan diri siswa. Untuk itu, satuan pendidikan di Kota Madiun membiasakan anak selalu jujur dalam setiap evaluasi. Selain itu, rutin menggelar ujian berbasis online pada setiap evaluasi, baik evaluasi harian, bulanan, tengah semester, maupun semesteran. ’’Kami bahkan menggunakan android untuk evaluasi belajar siswa,’’ katanya.

Imron menyebut siswa sudah terbiasa mengikuti ujian berbasis online yang suasananya mirip dengan unas. Hal itu sengaja diciptakan agar siswa berupaya dan mengandalkan dirinya sendiri dalam menyelesaikan setiap butir soal, mengingat soal dalam satu ruangan dipastikan berbeda. ’’Untuk pengawasan, ada CCTV 24 jam di laboratorium dan ruang kelas,’’ ungkapnya.

Beragam cara yang disusun dalam membangun kepercayaan diri siswa itu dinilai ampuh merangsang siswa belajar mandiri. Karena siswa tak hanya butuh dalam menyelesaikan soal unas, namun harus berhadapan dengan soal online untuk masuk perguruan tinggi tahun ini. ’’Tidak ada cara lain selain giat belajar dan memperkaya referensi soal-soal untuk menghadapi unas dan ujian masuk perguruan tinggi, karena sama-sama online,’’ tekannya.

Kemarin Manajemen Radar Madiun sengaja bersilaturahmi dengan Cabang Dinas Pendidikan Jatim  Wilayah Madiun-Ngawi. Selain Supardi, hadir Ketua MKK SMAN Kota Madiun Imron Rosidi, Ketua MKK SMKN Kota Madiun Suyono, Kepala MKK SMAN Kabupaten Madiun Tedjo Sasono, serta Kepala MKK SMKN Kabupaten Madiun Supriyadi.

Dalam kesempatan tersebut, General Manajer Radar Madiun Eko Suprayitno menyampaikan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi ujian nasional harus terus dipupuk. Salah satu caranya dengan try out kejujuran. Tak hanya kuantitas pelaksanaan evaluasi berbasis online, namun kualitas soal khususnya higher order thinking skills (HOTS) harus ditingkatkan. ’’Kejujuran harus menjadi fondasi dalam setiap evaluasi,’’ katanya.

Eko mengatakan, soal HOTS dalam try out harus terus ditingkatkan porsinya secara berkala. Mengingat banyak lulusan SMA yang nantinya akan melanjutkan ke perguruan tinggi.  Sementara seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) 2019 tahun ini menggunakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK). ‘’ Untuk itu, antara try out unas dan SBM PTN harus sinergi. Baik bobot soalnya maupun pengayaan materinya harus terus ditambah,’’ ujarnya. (pra/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here