UMK 2019: SP Usul Rp 2,33 Juta, Apindo-Pemkot Rp 1,77 Juta

62

MADIUN – Tidak ada kata sepakat dalam pembahasan upah minimum kota (UMK) 2019. Serikat pekerja (SP) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta pemerintah sama-sama ngotot menentukan angka usulan UMK masing-masing. Deadlock tersebut memaksa dewan pengupahan mengajukan dua angka usulan UMK kepada Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR). Dia yang kemudian akan menentukan usulan. ’’Pleno dewan pengupahan mengusulkan dua angka UMK,’’ kata Kepala Disnaker Suyoto, Rabu (7/11).

Suyoto menyebut pembahasan UMK 2019 sudah dilaksanakan sejak tanggal pertama bulan ini. Masing-masing pihak mengutarakan usulannya. SP mendasarkan usulan pada survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang dilakukan tahun ini. Hasilnya, muncullah angka Rp 2,33 juta. Sementara, Apindo dan pemerintah menghitung usulan UMK berdasarkan PP 78/2015 tentang Pengupahan. UMK tahun ini senilai Rp 1,64 juta diformulasikan dengan tingkat inflasi dan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB). Apindo-pemkot lantas mendapatkan angka Rp 1,77 juta.

Sayangnya, baik Apindo maupun SP tak mau menerima hasil penghitungan masing-masing. Terjadi deadlock. Padahal, kata Suyoto, pembahasan di dewan pengupahan terus digelar sejak 1 November lalu. Bahkan, sejak pertama duduk satu meja, Apindo dan SP juga sudah sempat menyepakati soal hasil survei KHL yang disampaikan SP. Namun, belakangan terdapat kekeliruan penghitungan di survei KHL tersebut. ’’Contohnya, komponen kebutuhan biaya listrik. Kami sudah adakan rapat berkali-kali tapi SP tetap bersikukuh KHL segitu,’’ ujarnya.

Persoalannya, dewan pengupahan dikejar waktu. Pekan depan pemkot sudah harus mengajukan usulan UMK kepada provinsi. Mereka lantas mengambil sikap dengan tetap mengakomodasi dua angka usulan UMK tersebut kepada SR. Menurut Suyoto, SR yang akan merekomendasi usulan UMK untuk Kota Karismatik. ‘’Dalam menentukan rekomendasi itu, BPS dapat dimintai pertimbangan tertulis,’’ terang Suyoto. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here