Madiun

Ulfa Mumtaza Usung Fashion Milenial di Moslem Festival Surabaya

Padukan Katun dan Batik agar Cocok Dikenakan Anak Muda

Jargon kota sejuta bunga dan batik pecelan menginspirasi Ulfa Mumtaza merancang busana muslim untuk kaum milenial. Pun, karyanya itu berhasil memukau penonton Moslem Festival di Surabaya 24-25 Oktober lalu.

==========================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SORAI penonton terdengar riuh saat delapan model mengenakan fashion muslim bergaya milenial berjalan di catwalk. Tatapan mereka tertuju pada gaun warna dominan kuning kombinasi batik motif pecelan khas Kota Madiun itu dipamerkan model. Dari kejauhan, busana yang didesain dengan style Turki khas cutting-an A-line tersebut tampak berwarna-warni.

Beberapa menit berselang, pembawa acara memanggil desainer yang merancang busana tersebut. Ulfa Mumtaza yang juga mengenakan fashion serupa pun muncul dari belakang. Lalu, berjalan menyusuri catwalk dan menyapa penonton.

Momen itu terlihat Ulfa memamerkan rancangan busananya dalam gelaran Moslem Festival di Royal Plaza Surabaya 24-25 Oktober lalu. Kali ini, lulusan Sekolah Desainer Susan Budiharjo Surabaya itu merancang busana sesuai tema besar Millennial Spirit Touch Asean yang diangkat dalam acara yang digelar Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) tersebut. ‘’Insipirasinya tidak jauh-jauh. Semua yang ada di sekitar kita dan menjadi khas kota ini,’’ kata Ulfa.

Ulfa mengambil konsep sejuta bunga yang menjadi jargon Kota Madiun dalam karyanya. Selain ingin mengenalkan daerah asalnya, dia sengaja mengusung konsep warna-warni lantaran dinilai cocok dikenakan oleh kalangan milenial.

Sementara, untuk bahan, Ulfa mengombinasikan kain katun dan batik tulis motif pecelan yang menjadi ciri khas Kota Madiun. Batik itu bergambar daun pepaya, daun singkong, tauge, dan sayuran lainnya yang biasa digunakan untuk bahan pecel. Batik itu dipesan langsung dari perajin lokal. ‘’Katun dipadukan dengan batik agar cocok juga dikenakan anak muda,’’ sambungnya.

Agar perpaduan bahan itu match dikenakan anak muda, Ulfa membawakan ciri khas desainya. Yakni, style Turki dengan model cutting-an A-line. Hal itu dia aplikasikan pada bagian kerah, lengan bawah, saku, dan detail lainnya. Gaya itu dapat dilihat dari outer-outer yang memanjang.

Perpaduan itu semakin lengkap dengan hadirnya detail bunga berbahan organza yang ditambahkan pada punggung, lengan, klok, dada, celana, dan bagian lainnya. Pun, semakin memikat dengan pemilihan warna-warna cerah dan segar seperti hijau dan kuning. ‘’Jadi terlihat ekspresif. Juga cocok untuk remaja usia belasan dan ibu muda,’’ tutur istri drg. Sumartono itu.

Ulfa merancang karya terbarunya itu dengan waktu mepet lantaran menyesuaikan jadwal fashion show yang padat. Sebab, dia juga harus menyiapkan karya yang akan dipamerkan di Magetan dan Ngawi dalam waktu dekat. *** (isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close