Madiun

Ulah Penipu Sebar Alamat Situs Prakerja Palsu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Semakin hari semakin banyak saja penipu. Dua hari lalu, beredar pesan berantai seputar ajakan mendaftar kartu prakerja lewat prakerja.vip. Broadcast di grup-grup WhatsApp itu menuai polemik lantaran tidak sama dengan alamat website yang tertera sebelumnya.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo memastikan kabar yang beredar itu tidak benar. Lewat platform digital resminya, dinsos langsung meng-counter pesan berantai tersebut. ‘’Itu hoaks,’’ tegasnya.

Hengky menyampaikan pendaftaran kartu prakerja hanya dilakukan di alamat website prakerja.go.id. Selain alamat itu, dipastikan hoaks. ‘’Setelah kami telusuri, alamat pendaftaran palsu itu menyerupai tema alamat aslinya. Ini memang rentan pencurian data,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, penipu mencuri data dengan modus membuat laman serupa. Kesempatan itu dilakukan saat korban data pada alamat palsu itu. ‘’Data bisa disalahgunakan oleh penipu,’’ ujarnya.

Hengky sendiri memastikan program kartu prakerja telah tutup sepekan lalu. Setelah gelombang ke-10 berakhir, kuota telah terpenuhi. Kendati sebelumnya target diperkirakan hingga 33 gelombang. ‘’Hingga kini tidak ada informasi kapan pendaftaran dibuka kembali. Kalau ada informasi pendaftaran, bisa jadi itu tidak benar,’’ tegasnya.

Hingga gelombang ke-9, sekitar 6.935 warga Kota Madiun diterima prakerja. Terendah gelombang ke-6 dari 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Sedangkan untuk Jatim sendiri ada sekitar 655.486 orang penerima program prakerja. Melebihi kuota semula hanya 503.281 penerima.

Hengky mengatakan, program kartu prakerja yang dilakukan secara daring mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga pencairan dana insentif per bulan tak hanya rentan dengan aksi penipuan. Namun, juga rentan tidak tepat sasaran. Pasalnya, penerima yang lolos didasarkan pada verifikasi online setelah pendaftar mengisi data dan melakukan tes secara online. ‘’Banyak pula yang tidak punya akses mendaftar di platform digital. Baik karena tidak punya smartphone maupun gagap teknologi,’’ pungkasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close