Magetan

Uji Coba Pembukaan Kebun Refugia

Target Pendapatan Dilonggarkan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Target pendapatan Kebun Refugia tak pasti. Setelah target pendapatan Rp 1 miliar dihapuskan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan diminta tetap mengoperasikan objek wisata di Plaosan itu di masa uji coba ini.

Kepala DTPHPKP Magetan Eddy Suseno mengatakan, kelonggaran target pendapatan yang diberikan Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Magetan tak lepas dari pertimbangan pandemi Covid-19. ‘’Ditarget lagi, tapi angkanya terserah,’’ ujarnya.

Tak dipatoknya upeti pasti, lantaran prediksi dan realisasi uji coba pembukaan Kebun Refugia belum tentu tepat. Apalagi, di masa pandemi ini. Selain kunjungan yang dibatasi, tak ada jaminan pembukaan kembali berlanjut selamanya. Sewaktu-waktu bisa ditutup kembali jika tak sesuai protokol kesehatan. ‘’Situasi saat ini tak bisa diprediksi,’’ sebutnya.

Eddy juga belum memperkirakan berapa setoran kas daerah (kasda). Berbekal Perda 1/2020 tentang Retribusi Jasa Usaha, dia optimistis tetap ada kontribusi bagi pendapatan pemkab Magetan. Ada tarif parkir yang harus dibayarkan pengunjung dan tiket masuk ke dalam kawasan kebun. ‘’Sekarang sudah ada perdanya, sudah resmi,’’ tegasnya.

E-ticketing mencegah kebocoran pendapatan. Ketika perda retribusi jasa usaha belum disahkan, DTPHPKP tak bisa menarik uang tiket. Melainkan mengganti duit yang dibayarkan pengunjung dengan sayuran. ‘’Sekarang bayar tiket tidak perlu ada suvenir seperti dulu,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close