Ubur-Ubur Tak Menyerang, Menyengat Jika Tersentuh

16
DILARANG MANDI: Gelombang setinggi tiga hingga empat meter terjadi di Pantai Klayar, Donorojo, Pacitan, kemarin (11/6). Para wisatawan pun dilarang bermain air di pantai.

PACITAN – Selain gelombang tinggi, terdamparnya ubur-ubur di pantai juga meresahkan para wisatawan. Mereka khawatir binatang laut beracun tersebut melukai jika tersentuh. Terlebih warnanya yang mirip air laut membuat binatang berukuran tak lebih besar dari bola tenis itu rawan tersenggol saat bermain air. ‘’Takut  terkena racunnya. Infonya, sekrang sedang musim ubur-ubur,’’ terang Yuni, salah seorang wisatawan di Pantai Klayar, Senin (11/6).

Karena itu, Yuni meminta buah hatinya lebih berhati-hati saat bermain air di pantai. Warga Sidoharjo, Pacitan, itu sengaja menyediakan obat-obatan sederhana untuk antisipasi sengatan ubur-ubur. Pasalnya, sejak libur Lebaran lalu puluhan pengunjung tersengat saat bermain air di pantai. ‘’Hampir setiap hari pergi ke pantai, karena anak-anak senang bermain air,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan nencatat ada beberapa wisatawan yang tersengat ubur-ubur. Namun, dipastikan  nihil fatalitas akibat kejadian tersebut. Mayoritas yang tersengat hanya mengalami luka bakar pada kulit serta demam akibat racun yang masuk ke tubuh melalui kulit. ‘’Sejauh ini tak ada kasus sengatan ubur-ubur hingga mengakibatkan korban jiwa,’’ kata Kepala Dinkes Pacitan Eko Budiono.

Eko menambahkan musim ubur-ubur api kali ini datang berbarengan liburan. Sehingga, korban sengatan pun lumayan banyak. Dari Pantai Klayar dan Watukarung, puluhan wisatawan dilaporkan sempat kontak langsung dengan binatang tersebut. Namun, setelah mendapat pertolongan di klinik terdekat kondisi korban langsung membaik. ‘’Kami sudah siap. Petugas kami di puskesmas sudah paham cara menanganinya. Obatnya juga sudah tersedia,’’ jelasnya.

Eko menambahkan pertolongan darurat seperti pemberian minyak gosok dan balsam di sekitar titik sengatan tak dilarang. Terpenting, lanjut dia, korban harus membersihkan sisa tentakel yang masih menempel di kulit sebelum mendapat perawatan. Sebab, itu pemicu melepuhnya kulit dan masuknya racun melalui pori-pori. ‘’Sebenarnya ubur-ubur itu tidak menyerang. Namun karena terbawa arus sering terjadi kontak dengan manusia,’’ tambah Eko.

Sejak libur Lebaran lalu, sengatan ubur-ubur juga didapati di Pantai Klayar, Donorjo, Pacitan. Puluhan wisatawan harus dilarikan ke klinik setempat lantaran kontak dengan ubur-ubur. Terbanyak anak-anak hingga remaja lantaran mereka menjadikan ubur-ubur untuk mainan. ‘’Sabtu (8/6) dan Senin (10/6) kemarin ada puluhan korban. Mereka penasaran karena bentuknya bagus, terus dipegang-pegang,’’ ungkap Winarto, lifeguard Pantai Klayar. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here