Tutup Warem Malang, Amankan Enam PSK

25

MAGETAN – Peringatan yang disampaikan Satpol PP dan Damkar Magetan tampaknya tak digubris pemilik warung Malang. Hingga batas akhir penutupan Jumat (5/4) malam, masih ada satu warung yang beroperasi. Pemilik warung pun akhirnya dinaikkan ke truk satpol PP dan damkar. Pasalnya, mereka melanggar komitmen yang sudah disepakati. ’’Kami bawa ke mako untuk di-BAP,” terang Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Dijelaskan Chanif, terjadi alih fungsi warung Malang. Semula, kios disana digunakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Namun, kini diduga sudah terjadi praktik prostitusi. Sehingga, harus dihentikan karena sudah menyimpang dari tujuan awa pembangunannya. Apalagi, disana juga menyediakan minuman keras (miras) serta menjadi panti pijat dan kafe-karaoke. ’’Semua usaha yang menyimpang harus dihentikan,’’ terangnya.

Meski sebagian besar warung sudah tutup, namun langkah Chanif tidak berhenti sampai disitu. Bakal ada tindak lanjut dari warung yang sudah tutup tersebut. Namun, harus mendapatkan rekomendasi dari Pemprov Jatim selaku pemilik aset. Yakni pembongkaran. “Sesuai petunjuk pak Bupati, semua usaha yang menyimpang tudak boleh beroperasi,” terangnya.

Beralih tujuan awal, dalam perjalanan pulang, Chanif membelokkan setirnya ke kiri menuju Pasar Produk Unggulan (PPU) Maospati. Disana, ada empat perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK). Dari warung tersebut, juga ditemukan miras. Bir bintang yang masih belum dikonsumsi akhirnya ikut dibawa ke markas satpol pp dan damkar. ’’Sekalian kami operasi dan ada hasilnya,” terangnya.

Tak hanya itu, petugas juga mendapati pelanggaran lain. Kios disana bukan dijadikan untuk berjualan. Melainkan disulap menjadi tempat tinggal. Alih fungsi itu akan diselidiki Chanif. Siapa yang menyewakannya dan kemana aliran uang sewa tersebut. Pasalnya, kios yang disulap menjadi tempat tinggal itu juga diduga menjadi tempat prostitusi. ’’Alih fungsi ini akan kami selidiki dan harus dihentikan,” jelasnya.

Tak puas, Chanif kembali melanjutkan perburuan. Kompleks Pasar Sayur menjadi destinasi selanjutnya. Dari sana dua perempuan dan tujuh pria diamankan. Para pria tersebut tengah menenggak miras sambil berkaraoke.  Lokasi Pasar Sayur memang sudah dipantau karena diduga terjadi praktik prostitusi pula. ’’Akan segera kami tindaklanjuti. Apalagi untuk usaha yang tidak berizin, seperti karaoke,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here