Tuntut Normalisasi, PMII Demo Lagi

92

PACITAN – Ancaman Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan turun ke jalan tidak sekadar gertak sambal. Puluhan massa kemarin (12/12) mendatangi kantor pemkab, DPRD, serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR).

Ketua PC PMII Pacitan Rojihan mengungkapkan bahwa bencana banjir di Kecamatan Kebonagung Jumat lalu (7/12) menjadi peringatan. Padahal, hujan hanya turun dalam hitungan jam. Karena itu, pihaknya mendesak pemkab segera melakukan normaliasi Sungai Grindulu maupun sejumlah saluran drainase.

Menurut dia, normalisasi saluran perempatan Penceng masih dilakukan secara setengah hati. ‘’Seharusnya pemkab tanggap dengan situsasi dan kondisi saat ini. Hujan tiga jam saja sudah menimbulkan banjir dan merusak rumah,’’ ujarnya.

Peserta aksi mendesak bupati Pacitan menyanggupi kesepakatan yang telah dibuat. Di antaranya, menindaklanjuti normalisasi aliran sungai yang mengalami pendangkalan dan saluran drainase yang belum tersentuh. Juga meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, melaksanakan tugas sebagai pemangku kebijakan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. ‘’Termasuk bertanggung jawab menindaklanjuti kesepakatan saat audiensi,’’ tuturnya.

Kepala DPUPR Pacitan Budiyanto menyebut bahwa saluran drainease -termasuk di perempatan Penceng- tidak banyak berkontribusi dalam terjadinya banjir. Menurutnya, banjir hanya terjadi jika turun hujan dengan durasi lama. ‘’Kalau drainase, terutama di kawasan kota, kami jamin alirannya lancar,’’ tegasnya.

Sementara, soal desakan normalisasi Sungai Grindulu, lagi-lagi Budi mengklaim menjadi kewenangan BBWSBS. Pun, pihaknya sudah memfasilitasi audiensi dengan BBWSBS terkait tuntutan tersebut.

Setelah penandatanganan kesepakatan bersama tentang normalisasi sungai antara bupati dan PMII, massa membubarkan diri dengan tertib. Sementara itu, peserta aksi gagal menemui Ketua DPRD Ronny Wahyono lantaran saat didatangi mahasiswa kemarin tidak ada di kantor. (odi/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here