Tunggu Rekapitulasi KPU, Mbah Tarom Pasrah

1282

MADIUN – Mantan Bupati Madiun Muhtarom pasrah atas terpilih tidaknya menjadi anggota DPR RI 2019–2024. Calon legislator (caleg) yang bertarung di daerah pilihan (dapil) VIII Jawa Timur itu belum punya gambaran persentase kepastian merengkuh satu jatah dari 10 kursi di Senayan dalam Pileg 2019. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memilih menunggu pengumuman resmi komisi pemilihan umum (KPU) hasil perhitungan perolehan suara. ’’Aman tidaknya suara saya belum bisa memastikan,’’ kata Muhtarom kemarin.

Dapil VIII Jatim meliputi Kota dan Kabupaten Madiun, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Nganjuk serta Jombang. Total ada 135 kandidat yang bertarung mendulang banyak suara. Terhitung Senin lalu (23/4), Muhtarom telah meraup 71.520 suara dari dua wilayah berdasar rekapitulasi internal DPC PKB Kabupaten Madiun. Perinciaannya 67.320 suara berasal 230 dari 2.565 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Madiun. Juga 4.200 suara di seluruh TPS Kota Madiun. Sedangkan perolehan suara di empat daerah lainnya belum termonitor.

Mbah Tarom –sapaan akrab Muhtarom- enggan sesumbar memastikan lolos menjadi legislator sebelum ada keputusan KPU. Hanya, dia berjanji membawa misi memperhatikan dan membangun dapil VIII seandainya melenggang ke Jakarta. Dia juga tidak terlalu berkecil hati seandainya hasil akhir tidak akan ada namanya dari jatah 10 kursi. Baginya, amanah menjadi wakil rakyat memang belum berada di pundaknya. Meski begitu, dia berterima kasih kepada masyarakat yang sudah bersedia memilihnya, 17 April lalu. ’’Atas nama pribadi dan partai terima kasih,’’ ujarnya.

Mantan bupati Madiun dua periode ini menambahkan, upaya strategi mendulang suara maksimal telah dilakukan sepanjang masa kampanye. Mulai ketok pintu dari satu rumah ke rumah lainnya serta memanfaatkan alat peraga kampanye (APK). ’’Saya tetap optimistis. Mudah-mudahan bisa membawa amanah dapil,’’ paparnya kepada Radar Caruban.

Disinggung perolehan suara pileg di tingkat DPRD daerah, ketua DPC PKB Kabupaten Madiun menunggu rekapitulasi KPU. Sebab, data lembaga penyelenggara pemilu itu yang paling konkret. Dia tidak ingin buru-buru memastikan partainya sebagai menang meski telah memperkirakan bisa mengamankan sembilan kursi parlemen. Sedangkan turunnya perolehan jatah kursi dibandingkan periode sebelumnya 13 kursi merupakan hal wajar. ’’Ya, namanya dinamika poltik yang terjadi saat ini. Terpenting, kami sudah berusaha dan harus disyukuri,’’ tuturnya.

Mbah Tarom menyebut, partainya memberi apresiasi tersendiri kepada caleg yang gagal melenggang ke Gedung Klitik –sebutan gedung DPRD Kabupaten Madiun. Mereka merupakan rekomendasi dari fraksi incumbent. Sedangkan yang berhasil lolos, dia meminta agar bekerja dan memberikan kontribusi yang terbaik. ‘’Terlepas lolos tidaknya caleg, partai tetap mengapresiasi perjuangan mereka karena itu bagian dari amal ibadah,’’ ucapnya. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here