Tunawisma Meregang Nyawa di Emperan Toko

206

PACITAN – Jasad Partini terbujur kaku di kawasan pertokoan Tanjungsari, Pacitan. Warga Sragen, Jawa Tengah, itu ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal. Perempuan 72 tahun itu memang biasa tidur di emperan toko. ’’Malam sebelumnya masih duduk-duduk,’’ kata Tumardi, salah seorang warga.

Kesehariannya Partini kerap meminta-minta di sekitar lokasi. Diketahui dia tak memiliki sanak keluarga di Pacitan. Untuk tempat tinggal kerap berdiam di bawah jembatan Arjowinangun yang berjarak 50 meter dari lokasi. Pun Partini kerap berpindah tempat antara Pacitan dan Ponorogo untuk mengemis. ’’Satu bulan di Ponorogo, terus balik ke Pacitan,’’ ujar Tumardi.

Partini semasa hidup memang mengidap penyakit. Tumardi menerangkan Partini tampak kurus beberapa minggu terakhir. Sementara, petugas tim inafis Polres Pacitan yang tiba di lokasi menduga meninggalnya Partini lantaran faktor usia. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan tak didapati adanya luka benda tumpul atau kekerasan lain di tubuh korban. ’’Sebelumnya kami dapat laporan adanya penemuan mayat tanpa indetitas. Tapi setelah kami selidiki, korban tunawisma asal Sragen,’’ kata Kanit Identifikasi Aiptu Slamet Suwarto.

Aming –sapaan Slamet Suwarto– mengungkapkan korban pertama kali ditemukan Sulis, 59, rekan korban. Sulis curiga lantaran saat ditemukan sekitar pukul 05.00 korban masih tertidur. Padahal, biasanya korban lebih dulu bangun dan berjalan-jalan. Pun, saat disentuh korban tampak tak berdaya.

Setelah melakukan olah TKP dan tak didapati adanya tanda penganiayaan pada korban, petugas lantas membawa jenazah menuju RSUD dr Darsono Pacitan untuk dilakukan otopsi. ’’Selanjutnya kami akan koordinasikan penemuan mayat ini dengan pihak dinas sosial,’’ terangnya. (mg6/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here