Tugu Tertinggi Segera Berdiri

58

PACITAN – Lama mengendap rencana pembangunan tugu Anugrah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) kembali muncul ke permukaan. Rencananya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan mulai menggarap Agustus nanti. ‘’Pembangunannya sekitar tiga bulan,’’ kata Kasi Tata Bangunan DPUPR Pacitan Toni Setyo Nugroho kemarin (8/4).

Pembangunan tugu senilai Rp 500 juta di perempatan Penceng itu ditargetkan rampung 2019. Saat ini, DPUPR masih menyusun detail engineering design (DED)-nya. Terutama, pernak-pernik tugu. Bangunan berupa penghargaan prestisius yang pernah di raih Pacitan tersebut selebar tiga sampai empat meter dengan tinggi 12 meter.

Tugu APPN itu bakal menggantikan baliho di tengah perempatan Penceng. APPN dipilih berdasarkan diskusi antardinas terkait. ‘’Sempat tarik ulur sejak 2012 lalu. Ada yang usul tugu Adipura, ada yang usul tugu ikonik. Daripada debateable dan tidak ada ujung pangkalnya maka dipilih tugu Parasamya (APPN, Red),’’ ujarnya.

Sejatinya, pemilihan tugu APPN hingga kini masih menuai pro dan kontra. Pasalnya, masyarakat memilih pembangunan monumen ikonik Pacitan. Mulai pace, kethek ogleng dan lainya. Alasannya, di Kota 1001 Gua belum ada bangunan semacam itu.

Sekretaris DPUPR Pacitan Suparlan menilai masukan masyarakat tersebut baik. Hanya,  kata dia, jika perempatan Penceng tetap akan dibangun tugu APPN. Untuk bangunan ikonik, pemkab bakal menyiapkan di lokasi lainnya. Baik berupa produk khas Pacitan, seni budaya dan lainnya. Hanya, rencana tersebut belum masuk APBD 2019. ‘’Fokus 2019 perempatan Penceng dulu,’’ jelasnya.

Parlan menambahkan berkurangnya sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari penggusuran baliho jumbo di perempatan Penceng tidak jadi masalah. Pihaknya memindahkan baliho ke lokasi lain. Keberadaan tugu APPN tersebut diharapkan jadi kebanggan warga Pacitan. Pasalnya merupakan jadi lambang keberhasilan prestasi Pemkab Pacitan tingkat nasional. ‘’Tidak semua daerah bisa mendapat APPN. Ini momentum dan  tonggak kebanggaan masyarakat dan Pemkab Pacitan,’’ tegasnya.

Sementara Bupati Pacitan Indartato menyebut pembangunan monumen lainnya akan dilakukan bertahap. Menurut dia, Pacitan punya banyak ikon. Tapi dia menyebut prestasi yang telah dicapai lebih penting. Yakni APPN yang diraih Pemkab Pacitan bersama Pemprov Jawa Timur. ‘’Pembangunan ikon Pacitan tetap dilaksanakan. Cuma yang di tengah kota prestasi Pacitan,’’ jelasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here