Warga Desa Banjar Panjang Ikut Terbang di Heli MI-17 yang Hilang di Papua

29
BERDUKA: Sejumlah tetangga dan kerabat datang memberikan dukungan bagi anggota keluarga Praka Dwi Purnomo di Desa Banjar Panjang, Ngariboyo.

MAGETAN – Kabar hilangnya helikopter jenis MI-17 milik Penerbad TNI-AD di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Jumat lalu (28/6) membuat keluarga Praka Dwi Purnomo khawatir. Sejak Senin siang (1/7) saudara, tetangga, dan sahabat datang ke kediaman keluarga anggota Penerbad dari Kodam IV/Diponegoro itu di Desa Banjar Panjang, Ngariboyo. Rumah berdinding kayu itu penuh dengan tamu.

Bambang, sang kakak, belum siap berbaur dengan semua tamu. Dia memilih terus berada di depan televisi sambil menunggu perkembangan hasil pencarian petugas di lapangan. Tubuhnya lemas. Dia hanya duduk bersila di atas karpet merah yang digelar di lantai sambil sedikit menceritakan tentang adiknya itu. ‘’Ya, terima kasih. Minta doanya saja,’’ begitu kata-kata yang sering dia ucapkan ketika diwawancarai Radar Magetan.

Bambang seolah masih belum percaya kalau adiknya berada dalam helikopter yang dilaporkan hilang di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, itu. Sesekali dia terdiam begitu ada tetangga atau kerabat yang mengajak bicara serta memberikan dukungan untuknya. Dia seakan begitu shock. Ketika matanya terbuka, tatapannya kosong. ‘’Kami sekeluarga hanya bisa berdoa. Semoga cepat ditemukan,’’ ujarnya.

Yang jelas, pihak keluarga sudah menerima kemungkinan terburuk atas musibah tersebut. Sekalipun dia merasa masih belum bisa menerima kenyataan itu. ‘’Sebelum musibah itu terjadi, Dwi sempat mengirim pesan WhatsApp ke istrinya (Fitri Nuryana, Red). Dia bilang kalau mau tugas,’’ terang Bambang.

Seperti diketahui, Praka Dwi Purnomo ada di dalam helikopter itu bersama 11 kru lainnya. Terdiri dari tujuh awak pesawat dan lima anggota Satgas Yonif 725/Woroagi. Saat kejadian itu, helikopter terbang dalam melaksanakan misi pengiriman logistik ke pos udara pengamanan perbatasan di distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here