Ngawi

Tuding APIP Lamban, Massa Desak Penanganan Kasus Pucangan Dipercepat

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Warga Desa Pucangan, Ngrambe, sepertinya sudah tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan kepala desanya. Pun, puluhan massa mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat Selasa (13/8) sengaja turun ke jalan.

Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut mendatangi kantor Inspektorat Ngawi, DPRD, dan kejaksaan negeri (kejari). Mereka menuntut penanganan kasus tersebut dipercepat. ‘’Kami ingin segera ada kejelasan,’’ kata Sumadi, koordinator aksi.

Sumadi menilai proses penanganan kasus itu kelewat lamban. Terutama pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP). Karena itu, dalam aksi kemarin pihaknya mendesak APIP segera melimpahkan hasil pemeriksaan kepada aparat penegak hukum (APH). ‘’Apa pun hasilnya. Masak masyarakat saja bisa cepat (menyimpulkan), APIP dengan tenaga lengkap malah lambat,’’ kritiknya.

Dia menyebut, warga juga mendorong APH bertindak tegas dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tidak tebang pilih. ‘’Kami juga minta kejari (kejaksaan negeri, Red) mengambil alih perkara yang sudah dilaporkan sesuai kewenangannya,’’ ujar Sumadi.

Selain ke APIP dan kejari, warga juga menuntut DPRD Ngawi lebih mengoptimalkan kinerjanya. Khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga pengawasan dan kontrol pemerintah.

Jika sejumlah tuntutan itu tidak dipenuhi, warga mengancam mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Melaporkan beberapa pejabat yang terindikasi melindungi pelaku tindak pidana korupsi. ‘’Kalau perlu, kami bawa rombongan yang banyak ke sana (Kejati Jatim, Red) untuk mengadukannya,’’ ucapnya.

Sumadi juga menilai kerja sama antara pemkab dan APH terkait keberadaan APIP perlu dievaluasi. Sebab, justru terkesan menjadi tempat berlindung para pelaku tindak pidana korupsi. ‘’APIP itu aparatur pemda, pemerintah desa kepanjangan tangannya pemda. Makanya berlindung di situ,’’ tudingnya.

Dalam aksi kemarin, sedianya massa hendak menemui langsung Inspektur Inspektorat Ngawi Didik Darmawan. Namun, yang bersangkutan sedang dinas luar. Akhirnya mereka ditemui Inspektur Pembantu (Irban) III Arif Rahmanto.

Dalam audiensi itu, perwakilan warga menuntut proses pemeriksaan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang di Desa Pucangan bisa selesai dalam waktu dua pekan ke depan. ‘’Tadi (kemarin, Red) kami sampaikan bahwa inspektorat akan menindaklanjuti laporan itu,’’ kata Arif Rahmanto.

Soal tudingan penanganan yang lamban, Arif menegaskan bahwa pihaknya tidak ada niat mengulur-ulur waktu, apalagi mengabaikan laporan itu. Dia mengklaim pemeriksaan kasus tersebut sudah hampir selesai dan segera dilimpahkan ke kejari. ‘’Apa pun hasilnya, pasti kami koordinasikan dengan kejaksaan, karena pelaporannya kan di sana,’’ jelasnya.

Pantauan Radar Ngawi, massa tiba di kantor inspektorat sekitar pukul 09.00. Selain orasi, mereka tidak lupa mengusung sejumlah poster. Di antaranya bertuliskan APIP Mana Hasil Kerjamu?, Penjarakan Kades Korup, dan Melindungi Koruptor=Koruptor.

Setelah menggelar aksi di kantor inspektorat, massa bergeser ke gedung DPRD Ngawi. Di sana, mereka ditemui Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dan beberapa wakilnya. Kemudian, melanjutkan aksi di kantor Kejari Ngawi.

Sayang, perwakilan massa tidak dapat menyampaikan aspirasinya langsung kepada Kepala Kejari Ngawi Waito Wongateleng lantaran sedang mengikuti acara di Tawun, Kasreman. Mereka akhirnya melakukan audiensi dengan Kasi Pidsus Anjar Satrio dan sejumlah pejabat kejari lainnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close