Truk Tangki BBM Celaka, Damkar Siaga

151

PACITAN – Nasib baik masih memihak Candra Widi, 26, pengemudi dan Sofyan Dwi, 30, penumpangnya. Meski truk tangki Pertamina yang mereka tumpangi menabrak tebing hingga terguling namun mereka selamat. Bahkan, bahan bakar minyak (BBM) yang diangkut sempat bocor.

Kecelakaan lalu lintas  (laka lantas) tunggal itu terjadi di jalur Pacitan-Solo. Tepatnya di kilometer 8 masuk Dusun Pelem, Dadapan, Pringkuku,pukul 14.00 kemarin (24/2). ‘’Ada kebocoran tangki BBM yang diangkut.Jadi kami panggil mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk siaga,’’ jelas Banit Laka Satlantas Polres Pacitan Bripda Boby Candra Wijaya.

Truk tangki bermuatan 24 ribu liter BBMitu bertolak dari Boyolali, Jawa Tengah, menuju Pacitan. Satu tangki berisi tiga jenis BBM yakni pertalite, pertamax dan premium.Masing-masing 8.000 liter.

Nahas, sampai di tempat kejadian yang menikung, pengemudinya Candra, warga Ngemplak, Simongan, Semarang,Jawa Tengah, tak kuasa mengendalikan laju truknya. Alhasil, truk nyemplungparit, hingga terguling dan menabrak tebing di sisi kiri jalur. ‘’Diduga sopir mengantuk karena kelelahan perjalanan jauh,’’ ungkapnya.

Beruntung, tak sampai terbakar. Meski tangki pertalite bocor. Mobil damkar pun disiagakan untuk mengantisipasi percikan api. Hingga berita ini dibuat, truk nopol B 9782 TEI itu belum devakuasi. Pun jadi tontonan pengguna jalan yang melintas. ‘’Kami sudah panggil petugas Pertamina. Mereka sedang dalam perjalanan kePacitan untuk mengevakuasi truk,’’ terangnya sembari menyebut tangki bakal disedot sebelum dievakuasi.

Meski bodi penyok di beberapa titik, pengemudi dan penumpang tak mengalami luka berarti. Candra hanya nyeri di kaki dan tangan. Sementara Sofyan, warga Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, luka ringan. Keduanya dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat pertolongan pertama. ‘’Total kerugian diperkirakan lebih dari 25 juta,’’ jelas Boby.

Kecelakaan truk tangki juga terjadi akhir tahun lalu. Pun lokasinya hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat kejadian saat ini. Kondisi jalur yang berkelok ditambah minimnya kesadaran pengemudi menjaga kondisi fisik saat berkendara diduga jadi biangnya. Karena itu Boby mengimbau pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas di jalur Pacitan. ‘’Kondisi jalur di Pacitan berkelok dan berbukit, jadi butuh konsentrasi tinggi. Bila pengendara lelah kami sarankan istirahat,’’ pintanya. (mg6/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here