Truk Gandeng Terguling, Macet Empat Jam

297
OVERTONASE: Truk gandeng nopol AG 8817 UR terguling di Jalan Raya Surabaya-Madiun Km 122-123 kemarin.

MADIUN – Armuanang, 50, sopir truk gandeng bernopol AG 8817 UR kena batunya. Keputusan membawa muatan tebu melebihi kapasitas berujung dengan tergulingnya kendaraan itu di Jalan Raya Surabaya–Madiun Km 122-123 masuk Desa Sidorejo, Saradan, Kabupaten Madiun Minggu (16/6). Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tanpa korban jiwa itu membuat muatan tebu berhamburan di tengah jalan hingga membuat arus lalu lintas macet hingga empat jam sepanjang lima kilometer. ‘’Saat kejadian lalu lintas sedang sepi. Tidak ada kendaraan lain yang melintas,’’ kata Sakirun, warga setempat. 

Insiden bermula ketika Armuanang yang merupakan warga Desa Ringinsari, Kandat, Kabupaten Kediri, itu melaju dari barat. Setelah melintasi tanjakan Pugruk, kondisi jalan langsung beralih menurun. Bagian depan truk ternyata tidak bisa mengimbangi berat muatan di bak buritan. Gandengan Si Komo –sebutan truk besar– itu oleng hingga terpelanting ke sisi utara. Sebelum akhirnya menarik bagian depannya hingga melintang di tengah jalan. ‘’Truk terguling dan muatannya berserakan di jalan,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Iptu Nanang Cahyono mengatakan, anggotanya langsung mengatur lalu lintas. Buka-tutup diterapkan untuk mengurai kemacetan di jalan nasional tersebut. Tebu yang berceceran di jalan langsung dibersihkan. Termasuk yang masih ada di dalam bak. ‘’Pembersihan muatan ini yang memakan waktu proses evakuasi kendaraan,’’ ucapnya sembari menyebut kerugian ditaksir Rp 10 juta akibat banyak tebu yang hancur.

Nanang menyatakan, dugaan laka lantas karena overtonase. Pengemudi mengabaikan batas muatan. ‘’Kalau kelebihan muatan salah satu risikonya ya kecelakaan,’’ katanya. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here