Madiun

Trotoar Rusak Tak Diperhatikan

MADIUN – Aktivitas perdagangan di bilangan Trunojoyo tak jauh dari Pasar Sleko terganggu trotoar rusak dan berlubang. Rusaknya fasilitas pedestrian lebih dari tiga bulan itu tak kunjung mendapat perhatian. Padahal, salah seorang pemilik toko pernah melaporkannya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun. Namun, hingga kini belum ada respons. ‘’Saya tahunya pernah dilaporkan ke DPUTR,’’ kata Edi Nuryanto, satpam di areal pertokoan itu.

Edi pun membenarkan jika kerusakan trotoar itu cukup mengganggu pejalan kaki yang lalu lalang dari Pasar Sleko menuju pertokoan seberang jalan. Trotoar itu patah dan terbelah menjadi dua bagian. Selain menimbulkan aroma tidak sedap, kedalaman trotoar itu diprediksi sekitar dua meter lebih. ‘’Bahaya,’’ sebutnya.

Menandai kerusakan, di titik kerusakan itu kini terpasangi bambu dan kayu. Penanda darurat itu dipasang pedagang kaki lima (PKL) sepekan terakhir. Sekadar membuat nyaman ketika berjualan dari sore sampai malam. ‘’Biar kelihatan,’’ ujarnya.

Edi menambahkan, di trotoar tersebut padat pejalan kaki. Apalagi, pembeli yang  biasa belanja bahan pokok makanan di pertokoan itu. Pembeli kebanyakan kalangan ibu-rumah tangga dan parobaya. Juga, kerap menjadi titik peristirahatan buruh angkut pasar. ‘’Pokoknya ramai,’’ terangnya.

Adi Sasono, sopir pikap yang baru saja menurunkan barang ke areal pertokoan, menegaskan problem serupa. Dia kerap parkir kendaraan di halaman toko tak jauh dari trotoar yang rusak dan berlubang itu. ‘’Harus mepet kalau parkir kendaraan biar ban tidak terperosok lubang,’’ ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPUTR Kota Madiun Jariyanto belum dapat dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim wartawan Jawa Pos Radar Madiun kemarin sore (25/7) hanya dibaca, tidak dibalas. (mg2/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close