Pacitan

Trisemester Cetak 801 Janda Baru

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Uang belanja menjadi biang kerok masalah rumah tangga. Persoalan itu terungkap dari beberapa perkara persidangan cerai yang telah diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Pacitan selama trisemester tahun ini.

PA mencatat ada 925 berkas perkara cerai masuk sejak Januari–September lalu. Paling banyak cerai gugat alias pihak perempuan yang minta pegatan. ‘’Sebanyak 801 perkara malah rampung diputus. Perkara itu sudah termasuk cerai gugat dan talak,’’ kata Wakil Ketua PA Pacitan Muhamad Rizki Minggu (11/10).

Berdasarkan proses persidangan, perceraian dipicu masalah ekonomi. Seperti uang belanja kurang, padahal kebutuhan hidup semakin meningkat. Selain itu, perselingkuhan yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). ‘’Sekitar 70 persen perkara gugatan diajukan oleh pihak perempuan,’’ ujarnya.

Rizki menyebut, perempuan di Pacitan yang menggugat cerai didominasi usia produktif. Rata-rata usia 22 hingga 30-an tahun. Pasangan tersebut biasanya menikah karena dispensasi kawin yang juga mengalami tren meningkat. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close