Ponorogo

Trio Rider Tong Setan Ramaikan Pasar Malam

Tidak sembarang orang dapat menjadi rider tong setan. Butuh latihan dan proses panjang untuk menaklukkan lintasan dengan kemiringan hampir 90 derajat itu. Tiga rider dari berbagai daerah ini berhasil memukau warga Bumi Reyog lewat pasar malam yang berakhir Sabtu (15/6).

——————–

NUR WACHID, Ponorogo

AKSI menegangkan yang diperagakan Nicholas Cage dengan motor gede-nya di film Ghost Rider, dipertontonkan Wahyu Aditama, Irsan Pratama, dan Suci Ramadhani. Keberanian menggeber Yamaha RX King di lintasan miring sama-sama memukaunya dengan Harley Davidson di film hollywood tersebut.

Suci Ramadhani sebagai satu-satunya rider perempuan asal Simaluhun, Sumatera Utara itu kian menarik perhatian. Banyak pengunjung yang rela mengantre di loket tong setan yang hanya digelar saat pasar malam tersebut. Satu tiket sekali tonton itu dibanderol Rp 10 ribu.  ‘’Setiap hari kami persiapan sejak sore,’’ kata Wahyu Aditama, rider asal Salatiga.

Jatuh-bangun di lintasan hingga nyawa nyaris melayang tak menyurutkan keberanian. Wahyu Aditama sendiri sudah berulang kali terjatuh saat memacu kendaraan dengan kecepatan penuh di lintasan dengan kemiringan 90 derajat. ‘‘Pernah sampai patah tulang saat tampil di Kalimantan,’’ kata rider 31 tahun itu mengenang kejadian 2016 lalu.

Irsan Pratama, rider kelahiran Sukabumi itu bahkan nyaris hilang nyawa. Ketika tampil di Jakarta 2016 silam, motor yang ditungganginya terpental keluar arena dan mengenai penonton yang menyaksikan. ‘’Saya cedera parah dan harus dioperasi. Absen sampai beberapa bulan,’’ ujar rider 23 tahun ini.

Meski dekat dengan bahaya, rider senantiasa dituntut waspada. Stamina pengendaranya harus terjaga. Biasanya, insiden disebabkan human eror. Kurangnya istirahat dapat menyebabkan konsentrasi menurun hingga kehilangan kendali. ‘’Waktu itu memang tampil sampai pagi, istirahatnya hanya tiga jam,’’ kenang Irsan.

Pengecekan motor pun tak boleh terlupakan. Kendaraan yang telah dimodif sedemikian rupa harus dicek hingga bagian terkecilnya, seperti kadar angin pada ban. Rider pun dituntut cekatan melakukan perbaikan saat terjadi kerusakan. Tentu berkejaran dengan waktu pertunjukan yang terus berjalan. Mengecek lintasan pertunjukan juga tak kalah pentingnya. Lintasan papan kayu dengan kemiringan 90 derajat itu harus dipastikan kesiapannya sebelum digunakan. ‘’Jika ada papan yang lepas segera diperbaiki. Termasuk mengecek rangka penahan lintasan. Jika tidak teliti bisa berakibat fatal,’’ ungkapnya.

Suci Ramadhani, satu-satunya rider perempuan itu mengaku memerlukan proses panjang sebelum menaklukkan lintasan tong setan. Meskipun kemampuan memacu kecepatan sepeda motor di lintasan balap tidak diragukan lagi. Sejak SMP, gadis berperawakan tinggi itu familiar dengan balapan liar. ‘’Awalnya latihan dengan sepeda angin selama delapan bulan,’’ ujar rider 18 tahun itu.

Sejak bergabung tong setan dua tahun lalu, Suci pun berhenti total dari balapan liar. Baginya, lebih menggembirakan dapat menghibur masyarakat di sepenjuru tanah air. ‘’Setiap daerah punya karakter masing-masing. Ponorogo termasuk daerah yang ramai,’’ tandasnya. *** (fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close