Tri Hariyanto Abadikan Inisial Ibunda untuk Nama Toko Online-nya

2245

TRI HARIYANTO yakin bisa meraih sukses melalui dunia maya. Cacian dan cobaan tak membuat pria berusia 25 tahun itu menyerah. Semua itu justru jadi semangat untuk membuktikan keyakinannya selama ini benar. ‘’Selain yakin, juga harus kuat mental. Itu kuncinya,’’ kata Tri saat ditemui Radar Ngawi di rumahnya Jumat (22/3) lalu.

Tri adalah pendiri p.store.net yang diklaim sebagai marketplace terbesar di Asia Tenggara dari sisi volume transaksi dan pelanggan. Bisa dibilang, warga Dusun Ngompak 2, Cepoko, Ngrambe, Ngawi, itu termasuk paling sukses dalam mengembangkan startup-nya. Dari semula tidak punya apa-apa, kini sudah memiliki kantor sendiri. Bahkan, ada enam karyawan yang membantunya melayani sekitar 80 ribu customer dari beberapa website yang dikelolanya.

Namun, kesuksesan itu tidak diraih dengan gampang. Bahkan, belum tentu semua orang kuat menjalaninya. Bapak satu anak ini pun menuturkan banyak sekali cerita. ‘’Saya mulai belajar online tahun 2008. Waktu itu masih pakai HP (handphone),’’ kenangnya.

Kala itu jagad teknologi belum semaju kini. Apalagi melihat tempat tinggal Tri yang cukup jauh dari keramaian. Kala itu yang ada hanya warnet (warung internet). Tapi dia malu pergi ke warnet. Apalagi, perlu biaya untuk perjalanan maupun bayar ongkos internetan. ‘’Waktu itu sempat tertarik situs seperti Web Trick dan sebagainya. Saya ingin mempelajarinya,’’ ungkapnya.

Saat ini lebih mudah. Sebab, banyak tempat sharing dan bertanya setelah muncul banyak komunitas di internet. Sedangkan saat itu masih sangat jarang. Apalagi, Tri masih duduk di bangku SMP. Namun, dia tidak gampang menyerah. Keyakinannya kuat. Sampai lulus SMA, Tri masih saja menggeluti bisnis online tersebut. Di samping itu juga bekerja secara offline.

Hingga pada 2014 lalu, Tri mendirikan marketplace yang diberi nama p.store.net. Nama tersebut diambil dari inisial ibunya yang telah meninggal dunia. Sebab, sebelum meninggal dunia, ibunya berharap dibuatkan toko untuk berjualan. Namun, karena tidak cukup modal, Tri mendirikan toko online. ‘’P itu sebenarnya inisial dari Paini, nama ibu saya,’’ jelasnya.

Awalnya tidak ada yang percaya usaha yang digeluti Tri bakal sesukses saat ini. Bahkan, orang tuanya sekali pun. Malah Tri sempat diusir dari rumah gara-gara menjual sepeda motor untuk beli laptop. Baru kembali ke rumah ketika sang ibu sakit. Tri juga sempat dicaci karena selalu sibuk dengan laptop­-nya daripada bekerja di sawah atau sebagainya. ‘’Karena memang belum terlihat hasilnya waktu itu. Tahun 2014 saya baru dapat pemasukan pertama, itu pun hanya dua dollar,’’ paparnya.

Tri tidak pernah menyerah. Dia terus berusaha agar usahanya itu semakin besar. Akhirnya, kesuksesan itu terus mengalir hingga sekarang. Tahun 2016 lalu, sempat ada masalah yang membuatnya nyaris kolaps. Pun mampu diselesaikan dengan baik. Sekarang usahanya kian berkembang. Tidak hanya satu website yang dikelola. Belum termasuk usaha offline join dengan temannya. ‘’Kuncinya sukses saya yakin dan kuat mental,’’ tuturnya.

Tri tidak pernah melihat besar kecilnya pemasukan. Apalagi saat masih awal menekuni usaha. Yang penting ada potensi untuk menambah pemasukan itu menjadi lebih besar lagi. Karena prinsipnya, setiap pekerjaan jika penghasilan kecil itu berpotensi untuk ditingkatkan, maka yang harus dilakukan yaitu meningkatkannya. ‘’Jadi harus fokus, jangan setengah-setengah,’’ tuturnya. (tif/sat)

12 COMMENTS

  1. Mantul sekali cerita nya mbah tri, tolong share lagi dong pengalaman internet marketer lainnya agar para Newbie mengerti bagaimana proses perjalanan menuju sukses dan tidak hanya melihat sekarang yang sudah sukses nya aja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here