Tren Kasus Hepatitis A di Pacitan Terus Turun, Pak In Pastikan Pariwisata Aman

40
KEEP GROWING: Pantai Bercah, Desa Watukarung, Pringkuku, jauh dari wilayah terwabah hepatitis A lantaran berada di Pacitan barat. Wapimred Radar Madiun Satmiko Supraptono mengunjungi Pantai Kasap di kawasan Pantai Watukarung kemarin (14/7) yang ternyata tidak terpengaruh KLB hepatitis A.

PACITAN – Hingga kini status kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Pacitan memang belum dicabut. Meski begitu, tren kasus terbaru terus menurun dari hari ke hari. Karena itu, Bupati Pacitan Indartato memastikan daerahnya aman dikunjungi para wisatawan. ‘’(Kasus hepatitis) sudah terjadi banyak penurunan dibandingkan sebelumnya,’’ kata Pak In, sapaan Bupati Indartato, Minggu (14/7).

Dia tak memungkiri wabah hepatitis A sempat memukul kunjungan wisatawan ke Pacitan. Terlebih ada sebagian kepala daerah yang mengeluarkan travel warning warganya ke Pacitan. Untuk itu, pihaknya bakal minta bantuan sejumlah pihak. ‘’Termasuk media massa agar memublikasikan kondisi wabah hepatitis A sudah menurun,’’ imbuhnya.

Sebab, penurunan kasus hepatitis A ini juga upaya banyak pihak. Mulai pemkab, pemprov, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan pihak lain. Termasuk media massa. Dengan kasus ini, pengawasan penggunaan air bersih dan makanan jadi lebih diperhatikan. Selain itu, wilayah sebaran wabah terlokalisasi. ‘’Yang belum jangan sampai terjadi (terwabah hepatitis A, Red),’’ harapnya.

Dropping air bersih pun terus digencarkan bersamaan penanganan bencana kekeringan di Pacitan. Sedangkan alokasi belanja tidak terduga (BTT) untuk biaya pengobatan penderita dan penanganan KLB hepatitis A masih diproses. Pak In pun minta warga Pacitan berbenah. Mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) demi meningkatkan derajat kesehatan hingga mencegah penyakit. ‘’Semua harus bekerja sama dengan baik,’’ ungkapnya.

Diketahui, hepatitis A di Pacitan tembus 1.110 kasus. Hingga kini yang menjalani rawat inap hanya empat pasien. Tiga di Puskemas Ngadirojo dan seorang pasien lainnya di RSUD dr Darsono Pacitan. Sedangkan kabar hepatitis A menyebar hingga wilayah Pacitan kota belum terbukti. ‘’Dari penjelasan anaknya, pasien tersebut 15 hari lalu diare dan sudah diperiksakan ke dokter,’’ jelas Kepala Dinkes Pacitan Eko Budiono.

Sementara itu, kunjungan pelancong di sejumlah objek wisata di Pacitan relatif tidak terpengaruh wabah hepatitis A. Terutama objek wisata di wilayah barat. Seperti Pantai Watukarung dan sekitarnya. Pantauan Radar Madiun di destinasi yang memang jauh dari wilayah terwabah hepatitis ini tetap ramai. ‘’(KLB hepatitis A) gak ada pengaruhnya,’’ kata Yanti, pemilik warung di Pantai Bercah, kemarin.

Bahkan, dua hari terakhir Sabtu-Minggu (13-14/7), disebut jumlah pengunjung meningkat. Itu bersamaan dengan hari terakhir liburan sekolah. ‘’Wabah hepatitis itu di Pacitan timur, perbatasan dengan Trenggalek. Kalau di sini Pacitan barat. Jauh jaraknya. Wabahnya tidak sampai di sini,’’ jelasnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here