Trailer Terguling, Dua Yamaha Adu Moncong

57

NGAWI – Seolah tiada hari tanpa kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Sekitar pukul 16.30 kemarin (4/12), sebuah truk trailer terguling di ring road timur Ngawi masuk Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Sementara, sehari sebelumnya, Yamaha F1Z R bertabrakan dengan Vixion di Jalan Raya Ngawi-Jogorogo masuk Desa Gentong, Paron. Seorang pengendara meregang nyawa akibat insiden tersebut.

Laka lantas di ring road bermula saat Imron Hudi Suseno, 35, warga Desa Jogomerto, Tanjunganom, Nganjuk, melaju dengan truk trailer nopol L 9960 UO. Sesaat setelah melintasi tikungan sebelah barat jembatan Jetak, Imron merasakan laju truknya tidak normal. Dia mengaku sengaja tidak menginjak pedal rem kuat-kuat. Melainkan berinisiatif memainkan kopling untuk menghindari risiko yang lebih parah. ‘’Jalannya licin, wong saya pakai gigi tiga tadi,’’ ujar Imron.

Imron sejatinya berniat menepikan kendaraannya yang bermuatan 20 ton buku tersebut. Nahas, truk beroda 14 itu tetap saja selip sebelum akhirnya terguling. Pun, insiden tersebut menyedot perhatian warga setempat dan pengguna jalan yang sedang melintas di lokasi kejadian. ‘’Muatan dari Solo, mau dibawa ke Tanjung Perak Surabaya,’’ jelasnya.

Beruntung, Imron hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. ‘’Jalan licin, selip, lalu terguling. Saya sering lewat sini, tapi kalau gerimis seperti ini memang risikonya selip,’’ paparnya sembari menyebut biaya untuk memperbaiki truknya yang rusak ditaksir mencapai Rp 20 jutaan.

Usai kejadian, sebuah alat berat didatangkan untuk mengevakuasi truk trailer nahas tersebut. Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung. ‘’Kami masih melakukan koordinasi untuk melakukan evakuasi,’’ kata Darto, salah seorang anggota Satlantas Polres Ngawi yang berada di lokasi kejadian.

Sementara, laka lantas sehari sebelumnya melibatkan Yamaha F1Z R nopol AE 2641 KN dan Vixion nopol H 5166 XW. Adalah Suyoto, 62, warga Desa Patalan, Kecamatan Kendal, pengendara F1ZR, yang akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS Widodo Ngawi. ‘’Informasi yang kami dapat, korban meninggal pukul 23.30 Senin malam,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo.

Insiden itu bermula saat Suyoto melaju dari utara sendirian. Sementara, dari arah berlawanan ada M. Dedik, 17, yang membonceng Kasrun, 50, ayahnya. Dedik yang saat itu tidak mengenakan helm mengambil haluan terlalu ke kanan. ‘’Keterangan saksi di TKP, dia (Dedik, Red) menghindari jalan bergelombang,’’ terang Cipto.

Jarak yang sudah dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Dua motor Yamaha itu beradu moncong hingga ringsek. Tiga orang terpakar di jalan. Akibatnya, Suyoto mengalami luka parah pada bagian kepala. Pun Dedik dan ayahnya luka-luka di sekujur tubuh, namun dalam kondisi masih sadar. Ketiganya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. ‘’Dua kendaraan yang terlibatk kecelakaan kami amankan sebagai barang bukti,’’ pungkasnya. (mg8/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here