Tragis! Tersambar Kereta Api, Kakek Penjual Rujak Tewas

114

MADIUN – Tak berfungsinya early warning system (EWS) di perlintasan kereta api sebidang kawasan Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, berakibat fatal. Nyawa seorang warga melayang Selasa (18/6), sekitar pukul 09.00.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Caruban, korban tewas bernama Supadi, 70, warga Desa Purwosari, Wonoasri. Saat melintas di perlintasan liar itu, kakek penjual rujak keliling yang mengendarai becak motor (bentor) itu tersambar KA Sancaka. Gerobaknya bersama Supadi sampai terseret 50 meter. ’’Ada suara benturan, setelah cek ada orang tertabrak kereta api,’’ ujar Sufian Hadi Suyitno, 52, warga setempat kepada Radar Madiun.

Sufian mengungkapkan, jika korban kerap melintasi perlintasan sebidang itu. Setiap harinya berjualan di wilayah Caruban. Dia menduga korban mengalami gangguan di pendengaran sehingga tidak mendengar bunyi klakson kereta api. ’’Jadi tidak tahu kalau ada kereta api melintas,’’ ujarnya.

Sofyan mengatakan, belum pernah ada kejadian kereta api menemper warga di kawasan tersebut. Kondisinya memang tanpa palang pintu. Sekarang sudah ada dua jalur. Karena rel ganda sudah terpasang. ’’Korban dari arah selatan, kereta api dari arah barat jurusan Surabaya itu sudah membunyikan klakson setiap melintas di kawasan ini,’’ ujarnya.

Pasca kejadian, Supadi mengalami luka parah. Utamanya di bagian kepala dan bagian tubuh sebelah kiri. Kakek itu langsung tewas di TKP. Sedangkan bentor yang dikendarai Supadi sempat menembel di lokomotif. Akhirnya KA Sancaka itu sempat berhenti di kawasan Desa Mojorejo. Jaraknya sekitar dua kilometer. Berikutnya berhenti lagi di Stasiun Caruban untuk pengecekan. ’’Kami sudah menyisir TKP,’’ ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Iptu Nanang Cahyono.

Dia menyebut kalau korban sudah dibawa ke RSUD Caruban guna diotopsi. Nanang menyebut jika masinis KA Sancaka sudah menjalani pemeriksaan. Dia membenarkan kalau perlintasan itu memang cukup membahayakan lantaran tidak memiliki palang pintu. ’’Sayangnya, tidak ada petugas yang berjaga,’’ katanya. (fat/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here