Ngawi

Tracing Masal Klaster Dinkes, Ratusan Orang Di-Swab Test

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Langkah tracing masal dilakukan menyusul kasus positif Covid-19 yang dialami Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ngawi dr Yudono. Sekitar 160 pegawai dinkes beserta anggota keluarganya harus menjalani swab test.

Sementara, hasil swab test pertama diketahui empat terkonfirmasi positif. Dua di antaranya merupakan pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. ‘’Asisten kepala dinas dan kepala PSC (public safety centre, Red),’’ kata Kepala Subbag Umum Dinkes Ngawi Wadhis Swiriyanti Rabu (7/10).

Yanti -sapaan akrab Wadhis Swiriyanti- menuturkan, pemeriksaan kedua pejabat dinkes tersebut dilakukan beberapa saat setelah Yudono diketahui terpapar Senin lalu (5/10). ‘’Selain itu (dua pejabat dinkes, Red) kami belum tahu (yang terkonfirmasi positif). Masih menunggu hasil swab,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, mulai kemarin staf dan pejabat pelaksana dinkes diminta work from home (bekerja dari rumah). Sedangkan pejabat struktural mulai kepala seksi hingga kepala bidang tetap masuk. ‘’Pejabat struktural tetap masuk sampai diketahui hasil swab-nya,’’ terang Yanti.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ngawi Jaswadi menambahkan, kemarin terdapat tambahan tujuh kasus positif Covid-19. Dari jumlah itu, empat di antaranya berkaitan dengan kasus Kadinkes Yudono. Selain asisten kepala dinas dan kepala PSC, dua pasien lain yang terpapar adalah istri sekretaris dinkes dan putra bungsu Yudono. (tif/c1/isd)

Desak Lanjutkan Operasi Yustisi

LAJU penambahan kasus positif Covid-19 di Ngawi yang tak kunjung berhenti dinilai tidak terlepas dari perilaku warga yang mulai abai penerapan protokol kesehatan. Karena itu, kalangan wakil rakyat mendesak operasi yustisi yang sejak beberapa hari terakhir dihentikan sementara, segera digelar kembali. ‘’Karena terbukti dapat menimbulkan efek jera,’’ kata Wakil Ketua DPRD Ngawi Sarjono Rabu (7/10).

Menurut dia, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ngawi harus kembali menegakkan aturan-aturan yang telah dibuat. Di sisi lain, masyarakat diminta menaati peraturan tersebut dengan konsisten. ‘’Bagaimanapun, vaksin untuk virus korona sampai sekarang belum ditemukan,’’ ujarnya sembari menyatakan keprihatinannya terhadap terpaparnya Kadinkes Yudono.

Kendati demikian, kata dia, kegiatan ekonomi di masyarakat harus tetap berjalan. Namun, semuanya harus dilakukan tanpa mengabaikan sejumlah peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah. ‘’Protokol kesehatan juga tetap wajib dilaksanakan,’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close