TPS di Rutan Bisa Difasilitasi KPU Pusat

83

PONOROGO – Benang ruwet kepastian pembentukan tempat pemungutan suara (TPS) tambahan untuk rutan mulai terurai. KPU setempat mengaku telah mengajukan ke pusat untuk menambah TPS berbasis daftar pemilih tambahan (DPTb). Selain di rutan, terdapat sebelas TPS lain yang berbasis DPTb. ’’Sudah kami ajukan untuk rutan, informasinya disetujui. Tinggal resminya melalui surat edaran (SE) KPU,’’ kata Komisioner Divisi Data KPU Munajat kepada Radar Ponorogo.

Kendati informasi resmi dari pusat belum di tangan, Munajat optimistis pembentukan TPS di Rutan Klas II B Ponorogo bakal disetujui. Selain di rutan, ada sebelas TPS berbasis DPTb lain yang diusulkan di Ponorogo. Termasuk salah satunya di rumah sakit. Itu karena di sejumlah tempat tersebut terdapat banyak calon pemilih yang kemungkinan pada 17 April nanti tidak dapat mencoblos di TPS asal.

Munajat berharap SE resmi dari KPU mengenai pembentukan TPS DPTb itu dapat diterima secepatnya. Sebab, perlu ada sejumlah persiapan lain yang harus dilakukan. Semisal, membekali petugas rutan lewat pelatihan dan bimbingan teknis. Pasalnya, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS rutan akan diambil dari warga sekitar dan petugas rutan. ’’Sesuai jadwal, 27 Maret ini sudah harus dilantik,’’ ujarnya.

Lalu, bagaimana terkait wabin (warga binaan) yang belum terfasilitasi masuk DPTb? Munajat belum dapat memastikan apakah para wabin tersebut dapat menyalurkan hak pilihnya pada 17 April mendatang. Pasalnya, belum ada kejelasan dari pemerintah pusat perihal perpanjangan fasilitasi pindah pilih. Terakhir fasilitasi pindah pilih ditutup 17 Maret lalu. Sebanyak 205 wabin rutan sudah masuk dalam DPTb. Masih ada 114 dari total penghuni rutan sebanyak 319 orang. ’’Belum ada petunjuk mengenai penambahan DPTb dari wabin,’’ sebut Munajat.

Menurut dia, seharusnya akan ada petunjuk lebih lanjut terkait persoalan tersebut. Pasalnya, isu hak pilih bagi wabin juga tidak hanya mencuat di Ponorogo. Namun juga berbagai daerah lain. ‘’Itu karena jumlah wabin di rutan selalu fluktuatif. Satu dua hari kondisinya sudah berbeda karena banyak wabin keluar masuk rutan,’’ terangnya.

’’Mudah-mudahan ada kebijakan khusus dari KPU RI terkait persoalan ini,’’ imbuh Munajat. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here