TPKJM Berperan Cegah Masalah Kesehatan Jiwa

85

MADIUN – Menghadapi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bukan hal mudah. Apalagi menyembuhkannya. Namun, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun punya ambisi untuk bisa menyembuhkan pasien dengan gangguan jiwa di wilayah Kota Karismatik.

Salah satunya dengan mengukuhkan 60 tim pembina kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM). Terdiri dari kepala OPD, kapolres, dandim, kepala puskesmas, camat, dan lurah sekota Madiun. ‘’Dengan adanya sosialisasi screening kesehatan jiwa dan pengukuhan tim pembina kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) ini masyarakat bisa memahami kesehatan jiwa levelnya dimana,’’ kata Kepala Dinkes-KB Kota Madiun, dr AS Wardani kemarin (26/3).

Dia menuturkan ada dua jenis gangguan jiwa. Yaitu orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan ODGJ. Menurut UU 18/2014 tentang kesehatan jiwa, ODMK adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Sedangkan, ODGJ adalah kondisi dimana orang sudah mengalami gangguan pikiran yang mengarah pada perubahan perilaku. Saat ini, tercatat ada 318 warga Kota Madiun tergolong dalam ODGJ. ‘’Tentunya dalam penanganan ODGJ ini butuh support, perlindungan, dan pendampingan dari masyarakat,’’ ungkap dr Wardani.

Karena itu, lanjut Wardani, tugas TPKJM ini nantinya fokus pada kemandirian dan kemitraan masyarakat dalam mewujudkan jiwa yang sehat. ‘’Sudah ada program yang dilaksanakan sebelumnya, hari ini ditetapkan sesuai surat keputusan (SK) wali kota,’’ ujarnya.

Wardani menjelaskan, selain membantu wali kota untuk merumuskan kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan jiwa, TPKJM juga berperan mengindentifikasi dan klasifikasi pemetaan kesehatan jiwa. Penanganannya fokus pada peningkatan derajat kesehatan jiwa masyarakat serta pencegahan bagi yang berisiko. ‘’Kami selalu siap menangani ODGJ, kami ingin masyarakat tidak menyembunyikan ODGJ. Mereka tidak boleh dipasung atau dikurung, keluarga harus membantu dan mendukung selama pengobatan berlangsung agar hasilnya lebih maksimal,’’ tutur Wardani.

Sementara itu, dalam menangani ODGJ, Dinkes-KB Kota Madiun sudah memiliki  poli jiwa yang tersebar di dua wilayah. Yakni, Manguharjo yang berpusat di Srindit dan Puskemas pembantu (Pustu) Manisrejo. Namun, Wardani menyatakan jika penanganan masalah kesehatan jiwa diperlukan bantuan dari berbagai pihak. Terutama lingkungan yang mempunyai pengaruh besar untuk kesembuhan ODGJ. ‘’Sementara ini kami berfokus pada ODGJ yang sudah tercatat di data kami. Kalau yang di jalan Srindit itu bekerjasama dengan dinas sosial,’’ terangnya. (dya/her/adv)

Gangguan Jiwa Bisa Disembuhkan

PERAN keluarga sangat penting ketika ada seseorang mengalami masalah kejiwaan. Dengan hadirnya keluarga, mereka yang sedang mengalami masalah kejiwaan bisa disembuhkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) saat pengukuhan TPKJM di aula dinas pendidikan (dindik) kemarin (26/3). Menurutnya, keluarga bisa menjadi penolong pertama psikologis apabila ada salah satu anggota mereka yang mengalami gejala masalah kesehatan jiwa.

Dia mengatakan, informasi dari pihak keluarga dapat membantu para tenaga pemberi layanan kesehatan jiwa untuk segera melakukan diagnosa dan menentukan langkah perawatan. ‘’Banyaknya jumlah kasus gangguan jiwa ini harus diperhatikan betul, dibutuhkan lintas sektor untuk menimalkan angka kekambuhan pada penderita ini,’’ kata SR.

Berdasarkan Riskesdas 2013, proporsi ODGJ yang pernah mengalami pemasungan rata-rata secara nasional mencapai 14,3 persen. Tercatat, 10,7 persen daerah perkotaan dan 18,2 persen perdesaan. ‘’Yang jelas, penanganan ODGJ tidak boleh sembarangan. Apalagi dipasung atau dikurung itu jelas dilarang. ODGJ tidak boleh dikucilkan agar mereka dapat berangsur pulih dan bisa kembali produktif serta mandiri,’’ terang wali kota.

SR berharap dinkes bersama dengan TPKJM terus melakukan langkah preventif dan akuratif dalam urusan pencegahan, penanganan, maupun data ODGJ. Dia percaya anggota yang tergabung dalam TPKJM bisa melaksanakan tugasnya secara maksimal. ‘’Sebelum pengukuhan, (tupoksi) TPKJM sudah diberikan langkah-langkahnya, mulai dari dari upaya, penetapan struktur, substansi hingga perencanaan budgeting,’’ jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak segan berkonsultasi dan melakukan screening kesehatan jiwa ke fasilitas kesesehatan terdekat. Dengan adanya TPKJM ini diharapkan dapat mengurangi kasus gangguan kejiwaan untuk menuju masyarakat Kota Madiun yang sehat dan sejahtera. ‘’Sebanyak 318 ODGJ yang sudah terdata ini harus didahulukan, penyelesaian berdasar data itu bagus tetapi harus mendalam,  harus waspada dengan teori gunung es, jangan sampai kecolongan ” tutur SR. (dya/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here