TP4D: Proyek Pasar Sementara Jangan Asal Jadi

122

PONOROGO – Progres pembangunan pasar sementara terus dikebut seiring jadwal serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) Sabtu esok (29/12). Komitmen PT Bumi Lindung menuntaskan pekerjaannya ditagih Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Ponorogo. ‘’Jangan sampai asal jadi,’’ tegas Ketua TP4D Kejari Ponorogo Kundrat Mantolas.

Kundrat terakhir dilapori progres proyek senilai Rp 6,8 miliar itu Jumat lalu (21/12). Sehari sebelumnya, TP4D menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pasar yang dibangun di lahan bekas RSUD tersebut. Jumat, TP4D dilapori progres PT Bumi Lindung menyentuh angka 75 persen. Meski tidak banyak, adanya peningkatan progres itu tetap diapresiasi. ‘’Sejauh kami melihat progresnya on the track, itu bagus,’’ kata dia.

Per Jumat lalu, pelaksana terus berupaya merampungkan sejumlah beban berat pekerjaan proyek. Meliputi pemasangan atap di empat los yang bakal dihuni sedikitnya 1.992 pedagang dari tiga simpul pasar. Sementara, pekerjaan mekanikal elektrikal (ME) terus dikerjakan bersusulan dengan pengerjaan atap oleh pekerja-pekerja yang berbeda. Penyelesaian dengan cara tersebut dinilai Kundrat penting untuk terus dilakukan PT Bumi Lindung. ‘’Kalau progres ini dipertahankan, saya rasa PHO bisa sesuai jadwal di 29-30 Desember. Lalu relokasi bisa dimulai awal tahun,’’ terangnya.

Kasi Intel Kejari Ponorogo itu memandang, konsultan manajemen konstruksi (MK) dan pengawas proyek harus bekerja maksimal. Saling bahu membahu menuntaskan kekurangan progres. Mereka punya andil mengawal kualitas proyek rencana. ‘’Fungsi pengawasan ini juga perlu optimal untuk senantiasa mengawal dalam percepatan, sekaligus menjaga kualitas,’’ tegas Kundrat.

Sedikitnya 1.992 pedagang dari Pasar Legi Songgolangit, serta pasar eks stasiun dan pengadilan berhak mendapat rumah baru yang berkualitas untuk mencari nafkah di pasar sementara. Mereka bahkan rela relokasi diundur lagi dan lagi asalkan pasar sementara siap terlebih dahulu.

Hal itu ditekankan paguyuban dan perhimpunan pedagang dari Pasar Legi dan pasar eks pengadilan. Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi Shenkli Fauzi menegaskan, pedagang terus memantau progres hari ke hari pembangunan pasar sementara. ‘’Menurut kami, idealnya relokasi dilakukan setelah pasar sementara itu benar-benar siap. Dalam artian, sudah tidak ada pekerjaan yang mungkin bisa mengganggu atau membahayakan baik pedagang maupun pembeli,’’ tegasnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar eks Pengadilan Sutrisno turut mengutarakan hal sama. Dia berharap pembangunan pasar sementara tuntas tepat waktu. Sehingga, tidak membuat boyongan para pedagang dari ketiga simpul pasar semakin terulur. ‘’Pedagang percaya dan mengikuti apa-apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait relokasi ini,’’ ujarnya. ‘’Pada intinya, semua pihak (pedagang dan pemerintah) harus saling memahami, karena ini menyangkut orang banyak,’’ imbuh Sutrisno. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here