Tour de Indonesia Bangkitkan Gairah Atlet Sepeda Kota Madiun

83
CEK SEPEDA PESERTA: Wali Kota Madiun Maidi sempat mengeluarkan joke-nya usai mendapat jawaban harga sepeda yang diceknya sebesar Rp 150 juta.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan dinilai Kota Madiun tidak punya atlet hebat yang pernah berjaya pada masanya. Sekitar 19 tahun lalu atlet asal Kota Pendekar ditakuti dalam kejuaraan di tingkat nasional. Namanya Ferinanto. Jawara Etape 6 Speedy Tour de Indonesia 2010.

Impian mengembalikan kejayaan itu seolah bangkit setelah para atlet balap dunia dalam event Tour de Indonesia 2019 transit di Kota Madiun. Bahkan, pagi ini juga start di Alun-Alun Kota Madiun sekitar pukul 10.00.

Sedikitnya 90 pembalap sepeda dari 18 tim di 23 negara bakal melanjutkan etape kedua. Mereka baru saja menyelesaikan etape pertama. Melewati rute dari Candi Borobudur ke Ngawi dengan jarak sekitar 178 kilometer. Dalam etape pertama itu, Angus Lyons, pembalap asal Australia yang tergabung dalam tim Oliver’s Real Food Racing, menorehkan waktu tercepat yang mencapai finis.

Sebelum berlanjut ke etape kedua, para pembalap singgah di Kota Madiun. Mereka disambut langsung Wali Kota Madiun Maidi tadi malam (19/8). Gala dinner bersama para pembalap dunia yang digelar di Hotel Aston Kota Madiun itu menjadi motivasi tersendiri bagi atlet balap sepeda Kota Pendekar. Ikut hadir jajaran ISSI Kota Madiun yang dinakhodai Aris Sudanang (direktur Radar Madiun). ’’Kota ini disinggahi Tour de Indonesia 2019, tentunya merupakan penghargaan tersendiri,’’ kata Maidi.

Maidi mengungkapkan, kehadiran para pembalap sepeda itu dapat menjadi motivasi tersendiri. Khususnya untuk pemkot dalam membina atlet pesepeda. Pun membangkitkan semangat atlet balap sepeda kota setempat untuk berjaya di masa depan. ’’Agenda seperti ini dapat menggugah semangat atlet,’’ ujarnya.

Dengan dipertemukan langsung dengan para atlet dunia, orang nomor satu di Kota Madiun itu berharap atlet setempat memiliki impian bergabung bersama mereka suatu saat nanti. Pun pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah singgah di kota setempat. ’’Semoga atlet pesepeda di Kota Madiun dapat bangkit,’’ harapnya.

Maidi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet. Pun, dia memberikan semangat kepada para atlet yang bakal melanjutkan ke etape kedua. Melewati rute Madiun ke Batu dengan jarak sekitar 163 kilometer. ‘’Untuk para atlet yang akan melanjutkan ke etape kedua, selamat bertanding,’’ ucapnya.

Seperti diketahui, para pembalap tersebut bakal melewati lima etape. Etape ketiga yakni Batu-Jember dengan jarak 193 kilometer. Etape keempat Jember-Banyuwangi 151,8 kilometer, dan terakhir Gilimanuk-Batur UNESCO Global Geopark dengan jarak 145,4 kilometer.

Sementara Indonesia menurunkan tiga tim dalam event tahunan tersebut. Selain Timnas Balap Sepeda Indonesia, PGN Road Cycling Team dan Costum Cycling Indonesia (CCI) juga turut dalam lomba tersebut.

Raja Sapta Oktohari, ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) atau Presiden Off ICF, menyampaikan terima kasih kepada wali kota. Pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Kota Madiun. ‘’Maaf, besok (hari ini, Red) jalanan bakalan ramai,’’ kata Raja Okto.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa melahirkan atlet tidak dapat ditempuh dengan cara instan. Harus by design melewati setiap proses, mulai menyiapkan atlet, membangun infrastruktur, hingga menggelar berbagai event. ‘’Harus progresif, baik pelatih maupun pemerintah. Dan alhamdulillah kami sudah punya itu,’’ ucapnya.

Ketua Umum ISSI Kota Madiun Aris Sudanang mengungkapkan bahwa kesempatan itu menjadi semacam ruang bagi Kota Madiun untuk dikenal dunia. Pun para pembalap dikenalkan dengan makanan khas, budaya, dan tradisi asli kota setempat. ’’Dengan demikian, diharapkan dapat mengerek investasi,’’ kata Aris.

Selain itu, kehadiran para pembalap diharapkan mampu membangkitkan gairah melahirkan bibit atlet yang berjaya di masa depan. Keuntungan geografis Kota Madiun dengan jenis track yang lengkap, layak menjadi catatan penting. ’’Bisa diberi arahan dan pembinaan melalui camp oleh atlet asal Kota Madiun yang pernah berjaya pada masanya,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pergelaran event sepeda harus terus digalakkan untuk mencari bibit unggul. Selama ini Jawa Pos Radar Madiun telah mengawalinya dengan menggelar event bersepeda di berbagai daerah. Paling intens di Ngawi, Kota Madiun, dan akan digelar nantinya di Kabupaten Madiun: Randu Alas Highlands Challenge. Ke depan, ada harapan pula melebar ke Ponorogo, Pacitan, dan Magetan. ’’Melalui event itu dapat diketahui bibit yang konsisten dan berpotensi. Sekarang mulai kelihatan. Jika ada bakat tidak ada biaya, semua bisa dicarikan solusinya,’’ ucapnya. (mgd/kid/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here