Tolak Ilmu Hitam dan Media Menjurus Syirik

45

MADIUN – Pagi itu Rony Krisdiyanto bersama sejumlah rekannya di komunitas Helper and Magic Family (HMF) asyik bercengkerama di sebuah kafe penggal Jalan Taman Praja, Kota Madiun. Sambil meneguk kopi, Rony lantas menunjukkan beberapa foto kegiatan sosial yang belum lama dilaksanakan.

Dalam foto-foto itu terlihat beberapa orang sedang menjalani proses pengobatan nonmedis. Ada pula foto lain menunjukkan seorang rekan Rony meletakkan telapak tangannya di dahi pasien. ‘’Ini foto-foto bakti sosial pertengahan November lalu,’’ kata Rony.

HMF terbentuk dua tahun lalu. Sesuai namanya, komunitas itu menjadi wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural. Mulai melihat makhluk tak kasatmata, punya kekuatan energi, hingga membaca kejadian di masa depan.

Melalui wadah itu pula mereka berupaya menyalurkan kelebihan masing-masing untuk tujuan positif. ‘’Makanya kami namakan helper yang artinya membantu, karena memang itu niatan kami,’’ papar Rony kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Apa saja yang dibantu? Beragam, mulai penyembuhan penyakit, masalah keluarga dan lingkungan sosial, sampai membantu menelusuri barang yang hilang. ‘’Teman-teman itu punya spesialisasi sendiri-sendiri,’’ ujarnya.

Saat membantu ’’pasien’’, mereka memanfaatkan energi dalam tubuh dan alam semesta. Yakni, prana (energi dari matahari, bulan, langit), kundalini (energi dalam tubuh), dan padma (inti dari energi). ‘’Di kelompok kami yang menguasai tiga-tiganya itu hanya satu orang. Saya sendiri belajar kundalini sampai 23 tahun,’’ ungkapnya.

Setiap kali berkumpul, mereka biasa berbagi kiat mengembangkan energi tersebut. Saling belajar dan berbagi informasi dan pengalaman. Selain kafe di Jalan Taman Praja, Rony dkk kerap kumpul di Munggut, Wungu, Kabupaten Madiun.

Saat ini HMF memiliki 24 member. Mereka berasal dari lintas daerah mulai Madiun, Surabaya, Gresik, Malang, Jember, sampai Padang. Namun, pertemuaan komunitas lebih sering digelar di Kota Karismatik.

Anggota termuda HMF berusia tujuh tahun. Ada empat anak dalam komunitas itu yang tergolong indigo. Pun, sebelum terjadi bencana di sejumlah daerah tanah air, beberapa member seolah mendapat semacam pertanda. ‘’Saya sendiri sebelum gempa Lombok melihat sekilas wujud naga berbaju zirah di balik awan hitam. Ternyata apa yang saya lihat sama persis dengan yang dilihat warga Lombok sebelum kejadian,’’ paparnya.

Kendati memiliki kelebihan, mereka sepakat hanya menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Pun, Rony dkk menolak ilmu hitam maupun penggunaan media khusus yang menjurus syirik. ‘’Teman-teman komunitas saling mengingatkan agar nggak sampai kebablasan,’’ sebutnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here