Tol Madiun–Caruban Banjir, JNK Berlakukan Contraflow

292

MADIUN – PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) menerapkan dua kebijakan kondisional menyikapi limpahan banjir di Km 603+600 hingga 604+000 B ruas tol Madiun–Caruban. Setelah menutup, pengelola jalan bebas hambatan itu memberlakukan sistem contraflow kemarin (7/3). Menyikapi genangan air luapan Kali Glonggong, Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, sedalam 80 sentimeter. ’’Contraflow mulai diberlakukan pukul 13.00 tadi (kemarin, Red),’’ kata General Manager Operasional dan Pemeliharaan PT JNK Charles Lendra.

Sekitar 15 jam sebelumnya, PT JNK menghentikan seluruh kendaraan yang hendak ke Solo, Jawa Tengah, di Gerbang Tol (GT) Caruban. Mereka diminta meneruskan perjalanan lewat Jalan Raya Surabaya–Madiun. Akses menuju Solo via tol ditutup pukul 22.00, Rabu (6/3). Belakangan, kebijakan itu mengakibatkan penumpukan kendaraan di jalan arteri. Apalagi terjadi kemacetan di Desa Garon, Balerejo, akibat luapan banjir di jalan raya. Juga antrean di GT Caruban.

Mulai pagi hingga siang kemarin, arus lalu lintas di sana tersendat. Air limpahan Kali Jerohan meluber ke jalan raya hingga kedalaman hingga 30 sentimeter. Terparah di depan kantor desa setempat hingga petugas melakukan sistem buka tutup. Akibatnya, kendaraan mengular sepanjang dua kilometer ke arah timur. ’’Mengurai permasalahan itu,’’ ujarnya dihubungi via telepon seluler (ponsel).

Charles menyebut jalur A memungkinkan dibuat dua arah karena Km 603 hingga 604 A aman genangan air. Juga hasil rekayasa lalu lintas bersama Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur. Jalurnya sepanjang lima kilometer mulai Km 607+700 hingga 601+900. Menyesuaikan keberadaan portal putar balik. Selanjutnya, pengemudi bisa melaju normal di jalur B. Puluhan personel disebar untuk menjaga keamanan. Terutama disiagakan masing-masing ujung portal pergantian jalur. Memberi informasi ke pengemudi. Sisanya berjaga di titik-titik yang dirasa rawan. Serta memasang rambu-rambu peringatan. ’’Hingga saat ini (kemarin sore, Red) lancar,’’ tuturnya.

Kendati demikian, contraflow itu tidak berlaku malam karena terlalu riskan. Bila hari dirasa gelap, petugas segera menutup portal. Dikembalikan dengan menutup jalan tol dan mengalihkan kendaraan ke jalan nasional. Charles menyebut kebijakan tersebut kondisional terhadap ketinggian banjir. Sehingga belum bisa dipastikan berlangsung sampai lama. Misalnya, ketika sekitar pukul 15.00 kemarin, sejumlah truk besar lancar dalam proses uji coba melintasi jalur B. Diperkirakan terjadi penurunan debit air. ’’Yang jelas akan diberlakukan normal bila air benar-benar sudah surut,’’ tekannya.

Direktur Teknik PT JNK Mulya Setiawan menambahkan, langkah penutupan dimulai pukul 19.00, Rabu (6/3). Malam itu luapan Kali Glonggong di simpang susun Madiun mencapai 50 sentimeter. Sejumlah rekayasa lalu lintas dilakukan demi keamanan. Diawali mengalihkan kendaraan kecil ke jalan nasional. Namun, debit air cenderung bertambah mencapai 80 sentimeter dalam kurun enam jam. Akhirnya diputuskan mengalihkan seluruh kendaraan. ‘’Sampai sekarang (kemarin siang, Red) hanya surut sekitar 10 sentimeter,’’ katanya.

Mulya menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan instansi terkait ihwal problem banjir. Gangguan kali ini dijadikan pelajaran berharga. Terutama ketika hujan lebat merata di sejumlah wilayah Madiun hingga terjadi penumpukan pada daerah aliran sungai. Hingga meluber di sekitar wilayah jalan tol karena tidak bisa menampung seluruh debit air. ’’Agar kejadian serupa tidak terulang,’’ ucapnya. (cor/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here