Tokoh Agama Ponorogo Sepakat Tolak Gerakan People Power

61

PONOROGO – Sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Ponorogo bersepakat menolak seruan adanya gerakan ‘people power’ berkaitan dengan memanasnya situasi politik pasca pemilu tahun 2019. Aksi people power tersebut, diklaim sebagai upaya mengecam dugaan kecurangan selama pelaksanaan pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh agama seperti Ketua DPD LDII Ponorogo Suyadi, Pengasuh Ponpes Ilhamul Qudus Ponorogo KH. Marhaban Ahmad, dan Pendeta Gereja Utusan Pantekosta Ponorogo Gideon Hadi Suyitno sepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat pasca pilpres 2019 khususnya di wilayah Kota Reyog.

‘’Kami berharap masyarakat jangan sampai terhasut dengan ajakan gerakan people power tersebut. Karena hanya akan menimbulkan kekacauan dan perpecahan antar masyarakat di Indonesia,’’ terang Suyadi kepada Jawa Pos Radar Ponorogo, Selasa (14/5).

Sementara itu, KH. Marhaban Ahmad mengungkapkan selain menunggu hasil keputusan KPU, dia juga menghimbau agar tidak melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu kondusifitas, mengintimidasi atau melakukan aksi-aksi untuk membangun opini yang boleh jadi tidak berdasarkan fakta dan menyesatkan publik.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Gideon Hadi Suyitno. Dia menjelaskan bahwa perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Jika salah satu pihak merasa keberatan terhadap hasil penghitungan, ada mekanisme yang dapat ditempuh. Yakni gugatan melalui Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Masyarakat harus bersatu menjaga Ponorogo usai pemilu. Siapa pun pemimpinnya yang terpilih, kita harus mendukung. Semoga dapat membawa bangsa ini lebih maju,’’ pungkasnya. (mg7/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here